Metode Inkuiri Dalam Pembelajaran Matematika

Posted by sangpembelajar On Tuesday, 28 September 2010 7 komentar

Metode Inkuiri Dalam Matematika


Sebagai suatu metode pembelajaran dari sekian banyak metode pembelajaran yang ada, inkuiri menempatkan guru sebagai fasilitator, guru membimbing siswa jika diperlukan. Dalam metode ini, siswa didorong untuk berpikir sendiri, menganalisis sendiri, sehingga dapat menemukan perinsip umum berdasarkan bahan atau data yang telah disediakan oleh guru. Sampai seberapa jauh siswa dibimbing, tergantung pada kemampuannya dan materi yang sedang dipelajari.


Dharma (2008:11) menyatakan bahwa “dengan metode inkuiri, siswa dihadapkan kepada situasi untuk menyelidiki secara bebas dan menarik kesimpulan. Terkaan, intuisi, dan mencoba-coba (trial and error)”. Guru bertindak sebagai penunjuk jalan membantu siswa agar mempergunakan ide, konsep, dan keterampilan yang sudah mereka pelajari  sebelumnya untuk mendapatkan pengetahuan yang baru. Pengajuan pertanyaan yang tepat oleh guru akan merangsang kreativitas siswa dan membantu mereka dalam menemukan pengetahuan yang baru tersebut. Metode ini memerlukan waktu yang relatif banyak dalam pelaksanaannya, akan tetapi hasil belajar yang dicapai tentunya sebanding dengan waktu yang digunakan. Pengetahuan yang baru akan melekat lebih lama apabila siswa dilibatkan secara langsung dalam proses pemahaman dan mengkonstruksi sendiri konsep atau pengetahuan tersebut. Metode ini bisa dilakukan baik secara perseorangan maupun kelompok. Beberapa materi seperti menemukan rumus luas lingkaran, dalil phytagoras, volume tabung, dan sebagainya sangat terbantu dalam menanamkan konsep matematika. Dengan metode Inkuiri guru bisa meminimalisir bentuk-bentuk pengumuman saja dari rumus tersebut, tetapi lebih pada upaya siswa yang diarahkan menemukan konsep itu dibawah bimbingan guru.


Agar pelaksanaan metode inkuiri ini berjalan dengan efektif, beberapa langkah yang mesti ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut.


1)      Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya. Perumusannya harus jelas, hindari pernyataan yang menimbulkan salah tafsir sehingga arah yang ditempuh siswa tidak salah.


2)      Dari data yang diberikan guru, siswa menyusun, memproses, mengorganisir, dan menganalisis data tersebut. Dalam hal ini, bimbingan guru dapat diberikan sejauh yang diperlukan saja. Bimbingan ini sebaiknya mengarahkan siswa untuk melangkah ke arah yang hendak dituju, melalui pertanyaan-pertanyaan, atau LKS.


3)      Siswa menyusun konjektur (prakiraan) dari hasil analisis yang dilakukannya.


4)      Bila dipandang perlu, konjektur (prakiraan) yang telah dibuat oleh siswa tersebut diperiksa oleh guru. Hal ini penting dilakukan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan siswa, sehingga akan menuju arah yang hendak dicapai.


5)      Apabila telah diperoleh kepastian tentang kebenaran konjektur tersebut, maka verbalisasi konjektur sebaiknya diserahkan kepada siswa untuk menyusunnya. Di samping itu perlu diingat pula bahwa induksi tidak menjamin 100% kebenaran konjektur.


6)       Sesudah siswa menemukan apa yang dicari, hendaknya guru menyediakan soal latihan atau soal tambahan untuk menguji hasil penemuan .


Metode inkuiri juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dan kekurang dari metode inkuiri adalah:


1) Kelebihan Metode Inkuiri


Menurut suryobroto (2002:201), ada bebrapa kelebihan inkuiri antara lain:


(a)        Membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan dan proses kognitif siswa.


(b)       Membangkitkan gairah pada siswa misalkan siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan.


(c)        Memberi kesempatan pada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuan.


(d)       Membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan.


(e)        Siswa terlibat langsung dalam  belajar sehingga termotivasi untuk belajar.


(f)        Strategi ini berpusat pada siswa, misalkan memberi kesempatan kepada mereka dan guru berpartisipasi sebagai teman belajar, terutama dalam situasi penemuan yang jawabanya belum diketahui.


2) Kelemahan Metode Inkuiri


Kelemahan inkuiri menurut Suryobroto (2002:201) adalah sebagai berikut.


(a)        Dipersyaratkan keharusan ada persiapan mental untuk cara belajar ini.


(b)       Pembelajaran ini kurang berhasil dalam kelas besar, misalnya sebagian waktu hilang karena membantu siswa menemukan teori-teori atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu.


(c)        Harapan yang ditumpahkan pada metode ini mungkin mengecewakan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pembelajaran secara tradisional jika guru tidak menguasai pembelajaran inkuiri.

7 komentar:

anita aprilia dewi said...

i like it...makasih

Rahmat Saleh said...

mau nanya ni mas...saya boleh gak minta referensi ebook buat judul di atas....kalo ada link download aja mas buat adek saya....kirim ke email ni ya mas nasution_rahmat@rocketmail.com

sri wahyuni said...

thank you so much

Metode Inkuiri Dalam Pembelajaran Matematika | tuhumuryelpido said...

[…] https://susilofy.wordpress.com/2010/09/28/metode-inkuiri-dalam-pembelajaran-matematika/ […]

hidayatul munawwarah. s said...

mas, bisa tolong buatkan contoh langsungnya?

susilofy said...

Contoh dalam pamel apa...?

METODE-METODE PEMBELAJARAN (METODE PEMBERIAN TUGAS, DISKUSI, PENEMUAN, PEMECAHAN MASALAH DAN INKUIRI) – Site Title said...

[…] https://susilofy.wordpress.com/2010/09/28/metode-inkuiri-dalam-pembelajaran-matematika/ […]

Post a Comment