Pendapat Environmentalis dan Ekolog

Posted by sangpembelajar On Sunday, 9 January 2011 0 komentar

Pendapat Environmentalis dan Ekolog


Walaupun istilah ini berhubungan satu sama lain, tapi konsep ini sebenarnya berbeda. Ekologi mengacu pada studi yang mempelajari hubungan antara berbagai organisme dengan lingkungan alamiah mereka. Lingkungan Hidup meliputi lingkungan fisik di sekitar kita atau habitat dati mana makhluk hidup biasanya melangsungkan kehidupannya, sebagai gerak, dan tumbuh-tumbuhan serta hewan untuk makanannya.


Ekologi manusia (human ecology) adalah studi yang mempelajari hubungan antara manusia dengan sistem alamiah yang melingkupinya.Adanya keterkaitan antara ekosistem, daya dukung (carrying capacity) dan bencana yang melanda seluruh umat manusia (tragedy of the commons) dapat di jelaskan sebagai berikut :


a.           Ekosistem


Menggambarkan adanya saling keterkaitan antara bermacam-macam spesies dalam satu lingkungan tertentu. Konsep ini menekankan pada perubahan pada satu bagian sistem bisa berpengaruh pada bagian-bagian lain dari kita menganalisa sistem sebagai satu kesatuan. Dan juga bahwa semakin beranekaragam sebuah ekosistem (yakni semakin banya jenis spesies yang hidup dalam ekosistem) berarti semakin stabil, tahan, dan adaptif pula ekosistem itu.


b.          Daya dukung


Menunjukkan bahwa ekosistem itu memiliki batas eksploitasi maksimum. Sebuah ekosistem dengan sendirinya akan terganggu keseimbangannya apabila menampung terlalu banyak spesies dan apabila dimanfaatkan secara berlebihan oleh spesies yang hidup di dalamnya. Dengan inilah manusia mulai mengembangkan usaha pengelolaan ekosistem, seperti usaha perikanan dan peternakan, dimana jumlah hewan yang diternakkan haruslah disesuikan dengan kemampuan ekosistem ladang peternakan itu untuk menjaga keseimbangan ekosistem.


c.           Tragedy of the commons


Istilah ini menjelaskan tentang kepentingan-kepentingan jangka pendek tanpa mempertimbangkan akibatnya di masa datang, istilah ini deperkenalkan oleh ahli biologi Inggris yang bernama Garrett Hardin. Hal ini mengacu pada tindakan spesies dalam hal ini manusia yang secara tidak sadar mengakibatkan kerusakan ekosistem.


Metafora tragedy of the commons bisa dianalogikan sekarang ini seperti kasus pemanfaatan hutan dunia. Kebutuhan akan devisa dan meningkatnya permintaan akan produk-produk hutan seperti : Kayu lapis dan pohon untuk pulp (bahan dasar kertas) oleh negara maju menyebabkan banyak negara-negara pemilik hutan mengekspoitasi hutannya dengan pikiran ini akan hutan yang ada di negara saya, padahal negara-negara pemilik hutan tropis lainnya seperti Brazil juga berpikiran yang sama. Mereka lupa bahwa hutan merupakan  paru-paru dunia dan sekaligus tempat hidup beraneka macam spesies hewan maupun tumbuhan.

0 komentar:

Post a Comment