Tes Objektif

Posted by sangpembelajar On Monday, 10 January 2011 0 komentar

Tes Objektif


Merupakan tes yang cara pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif yang dilakukan dengan cara mencocokkan kunci jawaban dengan hasil jawaban testi. hal ini memungkinkan testi untuk menjawab banyak pertanyaan dalam waktu yang relatif singkat.


 


Kelebihan yang dimiliki oleh tes objektif:


a.       Dapat diskor  secara objektif dan reabilitasi penyekoran dapat dijamin.


b.      Jangkauan bahan cukup luas.


c.       Mudah diperiksa.


d.      Dapat diskor secara mekanis dan hasilnya dapat dihitung secara statistik


e.       Dapat dipakai lagi pada kesempatan yang lain.


 


 


Kelemahan tes objektif:


a.       Sulit dalam pembuatannya, banyak menyita waktu, tenaga dan biaya.


b.      Tidak dapat mengukur tingkat tinggi.


c.       Memberikan kesempatan testi berspekulasi dan bekerja sama.


 


Untuk mengatasinya, ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan:


a.       Pembuatan butir tes objektif hendaknya didasarkan pada tabel spesifikasi.


b.      Kesulitan dapat diatasi dengan berlatih menyusun soal, mempelajari tes yang tergolong baik, menguasai bahan yang akan diteskan.


c.       Dapat menggunakan sistem denda bagi siswa yang berspekulasi.


 


Beberapa  saran dalam penyusunan tes objektif:


a.       Tiap butir tes harus ada jawaban yang benar.


b.      Bahasa yang digunakan dalam butir tes sesuai dengan kaidah.


c.       Konsep dalam butir tes tidak menyimpang.


d.      Dapat berbentuk pertanyaan atau jawaban.


e.       Tidak ada jawaban yang berulang.


f.       Stem sebaiknya berupa kalimat positif.


g.      Tiap butir tes hanya mengandung satu ide.


h.      Kalimat-kalimat dalam option harus sama panjang dan bentuknya, dan berhubungan secara logis dengan stem.



Pembuatan alternative jawaban (option) hendaknya mempertimbangkan hal-hal berikut:


1.      Kunci jawaban:


a.       Jika jawaban benar lebih dari satu harus dijelaskan.


b.      Buatlah secara ajeg.


c.       Panjang dan kualitasnya mirip dengan pengecoh.


2.      Pengecoh:


a.       Menarik dan tampaknya benar.


b.      Jika berdiri sendiri, kalimat harus gramatikal.


c.       Pengecoh yang baik dapat dibuat atas dasar: kesalahan yang sering terjadi, jawaban tes yang lampau, pengalaman guru, jangan lebih sukar dari jawaban yang benar, semua pengecoh berhubungan secara logis, sebaiknya satu kategori dengan jawaban benar.


 


Tes objektif dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:


1. Tes Objektif Bentuk Penyempurnaan


-          Bentuk tes ini menuntuk testi untuk menyempurnakan pernyataan yang belum lengkap.


2. Tes Objektif Bentuk Benar-Salah


Bentuk tes ini menuntut testi untuk menyatakan benar tidaknya suatu pernyataan. Variasinya berupa membetulkan pernyataan yang dianggap salah.


3. Tes Objektif Bentuk Penjodohan


Bentuk tes ini menuntut testi untuk memasangkan pernyataan yang disajikan dalam dua kelompok.


4. Tes Objektif Bentuk Pilihan Ganda


Bentuk tes ini menuntut testi untuk memilih jawaban yang benar dari alternative jawaban yang diberikan. Variasi yang dapat digunakan ialah Melengkapi 4 pilihan, hubungan antar hal, tinjauan kasus, asosiasi pilihan ganda dan membaca diagram.


Ada beberapa saran yang perlu diperhatikan dalam menyusun butir tes pilihan ganda  dapat dikemukakan sebagai beikut :


1.      Rumusan stem harus jelas, sehingga mudah dipahami


2.      Stem hendaknya berisi uraian tentang masalah yang diperlukan, jangan berlebihan


3.      Jika alternative jawaban diwujudkan dalam bentuk angka, hendaknya disusun secara berurutan, mulai dari angka terkecil hingga angka terbesar


4.      Alternatif jawaban yang diberikan hendaknya sama, baik dari segi bahasa maupun isinya


5.      Alternatif jawaban ditulis secara vertikal.


 


SILAHKAN DOWNLOAD FILE DISINI

0 komentar:

Post a Comment