Pengertian Titik Tetap Bawah dan Titik Tetap Atas Pada Termometer

Posted by susilo On Tuesday, 16 October 2018 0 komentar
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu. Pada termometer ada istilah titik tetap bawah dan titik tetap atas. Kali ini saya akan membahas tentang apa itu pengertian titik tetap bawahpengertian titik tetap atas lengkap dengan penjelasannya. Angka skala yang ditunjukkan termometer itu adalah suhu benda yang diukur. Kemampuan termometer sangat terbatas, artinya tidak dapat digunakan untuk mengukur sembarang suhu. Adapun zat cair yang biasa digunakan sebagai pengisi termometer adalah raksa atau alkohol.

Pada termometer satuan suhu yang sering kita temukan adalah derajat Celsius/C, derajat Fahrenheit/F dan derajat Reamur/R. Untuk mengetahui kesetaraan termometer yang perlu kita perhatikan adalah titik tetap bawah dan titik tetap atas masing-masing termometer. Berikut ini pengertian titik tetap bawah dan titik tetap atas:

Pengertian Titik Tetap Bawah

Titik tetap bawah adalah titik es murni/suhu paling rendah pada termometer. Titik tetap bawah sama disebut juga titik lebur pada suhu. Cara menentukan titik tetap bawah adalah dengan cara mengukur air yang sudah dingin atau nitrogen cair.

Termometer Celsius (0o) menggunakan titik beku air atau titik lebur es batu. Termometer Reamur (0o) menggunakan titik beku air atau titik lebur es batu. Termometer Fahrenheit (32o) menggunakan campuran es dengan garam. Untuk Kelvin (273o) menggunakan suhu pada saat semua gas mencair.

Pengertian Titik Tetap Atas
Titik Tetap Atas adalah titik uap atau titik didih /suhu paling tinggi termometer. Titik tetap atas disebut juga titik didih pada suhu. Cara menentukan titik tetap atas adalah dengan cara mengukur kepanasan air yang sudah mendidih.
Termometer Celsius (100o) menggunakan titik didih air pada tekanan udara 76 cmHg. Termometer Reamur (80o)menggunakan titik didih air pada tekanan udara 76 cmHg. Termometer Fahrenheit (212o) menggunakan titik didih air pada tekanan udara 76 cmHg. Sedangkan untuk Kelvin (373o) menggunakan titik didih air pada tekanan 76 cmHg.


Untuk lebih jelasnya tentang titik bawah dan titik atas, silahkan perhatikan diagram di bawah ini:
Alat Pengukur Panas (Suhu)
Gambar Diagram titik tetap atas dan titik tetap bawah
Berdasarkan diagram tersebut dapat diketahui bahwa
– termometer Celsius = 100 – 0 = 100 skala;
– termometer Reamur = 80 – 0 = 80 skala;
– termometer Fahrenheit = 212 – 32 = 180 skala;
– termometer Kelvin = 373 – 273 = 100 skala.

Keempat skala tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk perbandingan berikut.

C : R : (F – 32) : (K – 273) = 5 : 4 : 9 : 5

Dengan berdasarkan perbandingan skala itu, kamu dapat menentukan kesetaraan (konversi) masing-masing suhu termometer.

Misalnya:

Konversi suhu Celsius ke Reamur
C : R = 5 : 4 ==> R = 4/5 x C

Konversi suhu Fahrenheit ke Celsius
C : (F – 32) = 5 : 9 ==> C = 5/9 x (F – 32)

Konversi suhu Fahrenheit ke Celsius
C : (K – 273) = 5 : 5 ==> C = (K – 273)

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian titik tetap bawah dan titik tetap ataslengkap dengan penjelasannya. Semoga pembahasan materi diatas bermanfaat untuk kamu semua.

0 komentar:

Post a Comment