Team Accelerated Instruction (TAI)

Posted by sangpembelajar On Saturday, 16 October 2010 0 komentar

Team Accelerated Instruction (TAI)


Team Accelerated Instruction atau Team Assisted Individuallization (Slavin,Leavy,Maden,1986) memiliki persamaan dengan STAD dan TGT dalam penggunaan tim-tim pembelajaran empat anggota berkemampuan heterogen dan pemberian sertifikat untuk tim yang berkinerja tinggi.Bedanya bila STAD dan TGT menggunakan sebuah tatanan pengajaran tunggal untuk kelas,TAI menggabungkan pembelajaran kooperatif dengan pengajaran individual.Disamping itu,bila STAD dan TGT diterapkan pada hampir semua kelas 3-4.


Pada TAI, siswa masuk dalam sebuah urutan kemampuan individual sesuai dengan hasil tes penempatan dan kemudian maju sesuai dengan kecepatannya sendiri.Pada umumnya,anggota tim bekerja pada unit-unit bahan ajar yang berbeda.Siswa saling memeriksa pekerjaan teman sesama tim dengan dipandu oleh lembar jawaban dan saling membantu dalam memecahkan setiap masalah. Tes unit akhir dikerjakan tanpa bantuan teman sesama tim dan diskor segera.


Karena siswa memiliki tanggung jawab untuk saling memeriksa pekerjaan mereka dan mengelola aliran bahan ajar,guru dapat menggunakan sebagian besar waktu pelajaran untuk mempresentasikan pelajaran kepada kelompok-kelompok kecil siswa yang berasal, dari berbagai tim yang sedang bekerja pada pokok bahasan yang sama pada urutan pelajaran matematika. Misalnya, guru dapat memanggil siswa-siswa yang sedang bekerja pada pokok bahasan desimal, mempresentasikan sebuah pelajaran tentang desimal, dan kemudian meminta siswa-siswa tersebut kembali ketim mereka untuk mengerjakan masalah desimal. Kemudian guru dapat memanggil siswa yang sedang bekerja pada pokok bahasan pecahan, dan seterusnya.


TAI memiliki dinamika motivasi sebanyak yang memiliki STAD dan TGT.Siswa terdorong dan saling membantu satu sama lain agar berhasil karena mereka ingin tim mereka berhasil. Tanggung jawab individual terjamin karena satu-satunya skor yang diperhitungkan adalah skor tes final, dan siswa mengerjakan tes tersebut tanpa bantuan teman sesama tim. Siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil karena semua siswa telah ditempatkan sesuai dengan tingkat pengetahuan awal mereka.


Bagaimana pun juga, individualisasi yang merupakan bagian dari TAI tersebut membuat TAI jelas berbeda dari STAD dan TGT. Dalam pelajaran hampir seluruh konsep dibangun diatas konsep sebelumnya. Bila konsep-konsep sebelumnya tersebut belum dikuasai, konsep-konsep berikutnya akan sulit atau tidak mungkin dipelajari seorang siswa yang tidak dapat mengurangi atau mengalilkan akan gagal memahami pembagian panjang,seorang siswa yang tidak memahami konsep-konsep pecahan akan gagal untuk memahami apakah suatu desimal itu,dan seterusnya. Dalam TAI, siswa bekerja pada kecepatan mereka sendiri, sehingga apabila mereka lemah dalam keterampilan-keterampilan prasyarat mereka, mereka terlebih dahulu dapat membangun sebuah landasan kuat berupa keterampilan prasyarat tersebut sebelum mereka belajar pokok bahasan lebih tinggi.

0 komentar:

Post a Comment