Monday, 3 February 2020

guru honor di gaji 50% dari dana bos namun

guru honor di gaji 50% dari dana bos namun

juknis bos 2020 yang masih berupa gambaran singakt yang berisi perbedaan dan perubahan juknis pengunaan dana bos dari tahun 2019 ke tahun 2020 mempunya perubahan yang siknifikan namun di dalam perubahan itu terdapat dilema yang sangat berat bagi guru honor terkait dengan kesejahteraan mereka yang diperoleh setipbulannya

perubahan juknis bos 2020 ini di salah satu poin pengunaan dana bos di katakan bahwa pembayaran honor tenaga pendidik dan kependidikan maxsimal bisa di bayar 50% dari perolehan dana bos di sekolah tersebut

denga persentase yg besar tersebut sangat memberi angin sejuk kepada guru honor karena selama ini mereka memperoleh 15% dari dana bos. dan persentase tersebut di bagi dengan jumlah guru honor di sekolah tersebut yang rata-rata gaji guu honor di thn 2019 kisaran 200 - 500 tergantung dana bos yg di terima.

dengan adanya perubahan juknis bos yang membolehkan membayar guru honor max 50% dari bos bisa menjadi salah satu solusi bagi guru kontrak mendapatkan honor yang memadai.

namum ada dilema dalam perubahan juknis tersebut dikarenakan dalam juknis tersebut ada sarat yang harus di penuhi oleh guru honor untuk bisa di bayar 50% dari dana bos yaitu harus terdatar dalam dapodik paling lambat desember 2019. mempunyai NUPTK.

sarat tersebut sangat sulit didapatkan oleh guru abdi untuk masuk data dapodik dan NUPTK karena untuk masuk dapodik dan NUPTK itu memerlukan sarat-sarat yang memberatkan guru honor. karena untuk masuk data dapodik tidak semua guru bisa dimasukkan dalam dapodik contohnya guru yang di bawah nauangan depag tidak bisa di masukkan kedalam dapodik.

tidak kalah sulitnya lagi adalah memenuhi sarat memiliki NUPT yai tu harus terdata dalam dapodik. harus mempunyai sk Minimal di ttd jadis dan minimal mengajar selama 2 tahun.

jika kedua sarat itu bisa terpenuhi maka sesuai juknis bos tersebut guru honor berkah menerima gaji 50% dari bos jika tidak maka guru honor akan terancam tidak mendapatkan honor dari bos

ini sangat menjadi dilema di dunia pendidikan dimana saat ini di berbagai tempat sangat kekurangan guru. sukur-sukur ada guru yang mau mengabdikan dirinya dengan digaji 300 ribu rupiah. kini terancam tidak mendapatkan upah jika tidak terdata dalam dapodik dan tidak mempunyai NUPTK. semoga pemerintah bisa melihat lebih cermat kondisi di bawah sebelum memutuskan peraturan. karna ini sangat berdampak dalam kelangsungan pendidikan .


Saturday, 1 February 2020

dengan siplah bos belaja online lebih mudah

dalam pengelolaan dana bantuan oprasional sekolah (BOS) pada tahun 2020 saat ini pengelolaan sudah muali teran saksi non tunai bahkan dihimbau untuk mengunakan sistem siplah sebagai pihak ketiga dalam pengadaan barang dan jasa yang didanai dali BOS. hal ini mempunyai kelebihan dan kelemahan

kelebihannya :
1. bendahara BOS lebih mudah dalam pengadaan barang/jasa bahkan dalam membuat SPJnya hal ini dikarenakan bendahara hanya melakukan teraksaksi secara online di siplah dan teranspser dana melalui mbanking. untuk barang dan spj akan di antarkan oleh pihak toko yang terdaftar di siplah ke alamat sekolah pemesannya
2. tindakan penyelewengan dana semakin minim karena tidak ada pengambilan dana secara tunai semua kegiatan teransaksi dana bos harus non tunai.

kelemahannya
1. sulit mencari toko terdekat yang mendaftarkan tokonya di siplah dikarenakan toko tersebut tidak mau pusing dalam mengupload produk, mengatar dan membuatkan spjnya. terutama pada toko2 yg melajayai konsumsi maupun bangunan, saat ini yg sudah banyak toko yang mendaftarkan tokonya ialah toko yang menjual atk
2. seperti hal kelemahan di atas memungkinan bendahara akan membantu toko-toko di sekitar sekolah untuk membantu mendaftarkannya dan tidak menutup kemungkinan untuk mengelaoala toko tersebut. dikasena banyak SDM masyarakat yang kurang memahami jual beli online. hal ini akan menjadi masalah baru dan dilema bagi bendahara BOS yang sekolahnya ada di pelosok dan tidak terjangkau oleh akses internet


Friday, 31 January 2020

pendidikan yang kehilangan jatidirinya

pada saat ini pendidikan yang sangat berkaitan erat dengan sekolah. sekolah sebagai tempat siswa memnuntut ilmu, menambah pengetahua, mencari dan mengembangkan bakatnya kini secara kasat matah sudah mulai berubah lebih banyak mengurus administrasi
 administrasi sekolah saat ini tidak lah sedikit baik adminis trasi guru dalam mengajar tapi juga administrasi sekolah seperti administrasi BOS yang sangat banyak.. administrasi data dapodik, pmp bahkan aset
dimana jumlah tenaga pendidikan yang sangat tidak sebandik enuntut guru untuk merangkap mengerjakan itu semua sehinga pendidikan siswa dikelas menjadi terbatas
maka kita tidak bisa menuntut siswa akan memliki ilmu yang berkualitas bahkan untuk baca tulis pun banyak siswa yang tidak mampu atau mahir.
kita sekolah di tuntut dari berbagai sudut. dari administrasi dari kualiatas outout siswa. dengan tenaga yg terbatas di sekolah.
belum lagi administrasi guru dalam mengajar yg sangat banyak seerti RPP. yang dalam kenyataanya hanya sebagai administrasi yang tak dimanfaatkan dan banyak lagi administrasi yang muluk2 yang tidak berpengaruh kepada kinerja guru.

Sunday, 5 January 2020

MENCORET WAJAH SISWA UNTUK MEMOTIVASI

MENCORET WAJAH SISWA UNTUK MEMOTIVASI

sudah lama tidak menulis diBlog karena tidak punya ide... baru-baru ini terlintas dalam pikiran ingin berbagi trik-trk mengajar yang saya terapkan di kelas terutama siswa SD jadi kali ini saya akan menuliskannya untuk sekedar berbagi dan bertukar pikiran. lebih lengkapnya sebagai berikut.

BERMAIN MATEMATIKA DENGAN MENCORET WAJAH

awal mulanya perihatin dengan melihat anak didik saya yang sudah klas IV (empat) SD belum terlalu hapal perkalian dan pembagian. Dan ditambah siswa tidak ada motivasi untuk belajar perkalian. Setiap dikasi pertanyaan perkalian siswa menjawannya masi terlalu lama bahkan jawabannya salah.

Sudah berkali-kali siswa di himbau untuk menghapalkan kembali perkalian tapi masi tetap di acuhkan. Padahal perkelian adalah pelajaran yang paling mendasar apa bila siswa tidak bisa perkalian siswa akan mengalami kesulitan dalam menangkap atau menerima pelajaran yang tingkat materinya lebih sulit. Secara sederhana apabila siswa tidak bisa perkalian atau lama dalam perkalian siswa akan merasakan kesulitan dalam materi perkalian susun, pembagian susun, dan materi lainnya. Dan bila siswa tidak bisa memahami materi yang diterangkan guru akan menimbulkan perasaan pada siswa bahwa matematika itu suli dan sangat membosankan. Padahal ini semua disebabkan siswa tidak memegang salah satu kunci dasar pelajaran matematika yaitu PERKALIAN. Apa lagi siswa itu sudah duduk di kelas IV ke atas ma siswa yang tidak bisa perkalian dijamin tidak akan bisa mengerjakan soal matematika karna pada tingkatan kelas ini siswa tidak akan lagi pada menghafal perkalian. Maka dari itu saya punya ide unik dengan cara mengajak siswa bermain (CORET WAJAH) adapun caranya dalah sebagai berikut:



  1. Permainan ini bisa dilakukan pada saat awal jam pelajaran atau akir jam pelajaran. Siswa duduk di bangkunya masing-masing. Siswa akan diberikan pertanyaan secara berurut berdasarkan tempat duduk siswa.

  2. Pada awal guru memberikan pertanyan perkalian kepada siswa yang duduk di bangku paling awal. Aturannya BAGI YANG SALAH MENJAWAB /LAMA DALAM MENJAWAB WAJAHNYA AKAN DICORET.

  3. Apabila siswa benar menjawab siswa yang benar menjawab diberi kesempatan memberi pertanyaan perkalian ke teman se belahnya. Apabiala teman nya salah menjawab maka siswa yang memberi pertanyaan tadi berhak mencoret wajahnya dengan kapu,pupur/tepung,

  4. Setelah siswa yang salah menjawab di coret wajahnya siswa tersebut di persilahkan ke luar kelas untuk bertanya jawabannya pada adik kelas mereka dengan coretan diwajahnya tidak boleh di hapus.

  5. Sambil menunggu siswa yang mencari jawaban keluar siswa yang menjawab benar tadi melanjutkan permainan dengan memberi pertanyaan lagi kepada siswa berikutnya

  6. Dan ini dilakukan berulang2 sapai siswa semua mendapat gilran dan ini bisa dilakukan berkali-kali

Inti permainan ini adalah yang salah menjawab wajahnya dicoret oleh yang memberikan pertanyaan dan dengan coretan diwajah siswa di suruh untuk bertanya kepada adik kelasnya sampai jawabannya ketemu dan coretan diwajah tak boleh hilang.

Yang mendasari pemikiran saya melakukan permainan ini adalah siswa akan merasa malu saat bertanya perkalian kepada adik kelasnya dengan wajah yang penuh coretan sehingga ti tertawai oleh adik kelasnya. Sehingga karna rasa MALU itu siswa akan termotivasi untuk belajar perkalian kembali. Dan bagi yang sudah bisa perkalian akan lebih mengasah perkaliannya dan merasa rasa senang dengan bisa mencoret wajah temannya.

dengan permainan ini pembelajaran akan menyenangkan dan siswa akan lebih terpacu untuk belajar. Demikian lah yang dapat saya bagi di kesempatan ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca.


Monday, 9 October 2017

MedEdu: Jurnal Ilmiah Pedidikan dan Pembelajaran

MedEdu: Jurnal Ilmiah Pedidikan dan Pembelajaran



Telah terbir Jurnal Ber ISSN "MedEdu: Jurnal Ilmiah Pedidikan dan Pembelajaran" yang di terbitkan oleh CV. Media Educations. Jurnal Ilmiah Ini sebagai sarana publikasi karya ilmiah khusus dibidan pendidikan dan pembelajaran. dengan tujuan  sebagi sumber pengatuahan untuk mengembangan inovasi di bidang pendidikan dan pembelajaran. 

Cara Mengajukan Artikel untuk masuk kedalam jurnal ini lebih lanjut bisa kontak kami (CV. Media Educations):
Wa. +62 822-3614-1899
FB : web.facebook.com/mediaeducations
Email : educationsmedia@gmail.com


Monday, 6 March 2017

Kerajinan Tangan Siswa Kelas VI SD Negeri 6 Penyaringan, Hiasan DindingMengunakan Tanaman Hidroponik

Kerajinan Tangan Siswa Kelas VI SD Negeri 6 Penyaringan, Hiasan Dinding Mengunakan Tanaman Hidroponik

Berikut ini adalah hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh siswa kelas VI SD Negeri 6 penyaringan dengan mengunakan tanaman sistem hidroponik. hiasan ini dibuat dengan mengunakan bahan -bahan yang mudah didapat seperti bambu, papan/teriplek, botol bekas, bahkan bisa mengunakan bola lampu bekas.
tujuan membuat kerajinan tangan berupa hiasan dinding mengunakan tanaman sistem hidroponik ini adalah

  1. melatih kerieatifitas siswa dalam memanfaatkan bahan-bahan disekitar yang tidak terpaikai seperti bahan-bahan bekas, sehingga bahan-bahan bekas tersebut bisa dimanfaatkan dan mengurangi pencemaran lingkungan.

  2. siswa dapat memahami bahwa tumbuhan bisa di tanam dengan tehnik hidroponik tanpa mengunakan tanah.

  3. dengan mengunakan hiasan dingiding dari tanaman hidup yang di letakkan didalam ruang kelas akan membantu sirkulasi co2 dengan o2 yang dihasilkan oleh tanaman, sehingga ruang kelas menjadi lebih terasa sejuk dan udara dalam kelas menjadi segar. selain itu juga membantu mengurangi folusi udara.]

  4. membiasakan/membudayakan siswa untuk memanfaatkan barang-barang bekas sebagai bahan kerajinan tangan, dan siswa memahapi pentingnya ,elestarikan lingkungan hidup yang ada disekitarnya.

adapun hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh siswa kelas VI SD Negeri 6 penyaringan adalah sebagai berikut:




Hiasan dinding yang terbuat dari papan, teriplek dan botol kaca



Hiasan dinding yang memanfaatkan papan kayu, bambu dan bola lampu bekas


semoga dengan hasil kerajinan tangan siswa kelas VI SD Negeri 6 Penyaringan ini bisa menjadi salah satu contoh tindakan perlestarian lingkungan dan bisa memberikan inspirasi bagi kita semua

Saturday, 10 December 2016

MAKALAH KEPEMIMPINAN CALON KEPALA SEKOLAH

MAKALAH KEPEMIMPINAN CALON KEPALA SEKOLAH

A. Pemikiran Calon tentang kertampiilan kepemimpinan
            Berikut ini adalah pandanangan /pemikiran tentang keterampilan kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang baik. Ketrampilan ini melitputi ketrampilan Mempengaruhi, Menggerakkan, Mengembangkan dan memberdayakan (4M). untuk lebih jelasnya pandangan/pemikiran calan terhadap ketrampilan 4M tersebut calon jelaskan secara rinci sebagai berikut:




1. Mempengaruhi
Ketrampilan Mempengaruhi adalah Terampilan mempengaruhi dilihat dari kemampuan seorang kepala sekolah mengajak bawahannya untuk melaksanakan kebijakkan yang telah menjadi ketetapan sekolah. Semakin patuh bawahanya melaksanakan garis kebijakkan sekolah dengan penuh kesadaran, mengidentifikasikan ketercapaian keterampilan mempengaruhi pada diri kepala sekolah
Ketrampilan tersebut menurut pandangan calon sangatlah perlu di miliki oleh seorang pemimpin. Dikarenakan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapi tujuan yang di inginkan akan selalu melibatkan rekan-rekan kerjanya untuk melaksanakan program yang sudah di rancang. Untuk memaksimalkan hasil yang di inginkan seorang pemimpin tentu tidak mampu melaksanakan program tersebut tanpa dukukangan dan kerjasama dengan rekan-rekannya. Maka dari itu seorang pemimpin sangat perlu bisa mempengaruhi rekan-rekan kerjanya untuk mempunyai pandangan yang sama untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Ketrampilan mempengaruhi disini dapat di lakukan dengan cara berdiskusi dan saling mengemukakan pendapat sehingga tercapi pandang yang sama untuk menca[pai tujuan instansinya.
2 Menggerakkan
Ketrampilan menggerakan adalah Keterampilan menggerakkan merupakan kemampuan kepala sekolah agar sumber daya yang ada dapat bekerja dan bersinergi untuk mencapai tujuan diharapkan. Sumber daya manusia merupakan hal yang unik karena terdapat keanekaragaman harapan dan keinginan. Oleh karena itu keterampilan dalam menggerakkan sumber daya harus mempunyai keahlian yang profesional.
Ketrampilan menggerakan menurut calaon sangat perlu di miliki oleh seorang pemimpin dikarenakan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai tujuan institusinya, sangat memerlukan rekan-rekan kerja yang mempunyai semangat kerja dan tugas yang sesuai dengan SDM yang di milikinya. disinilah seorang pemimpin harus mempunyai ketrampilan menggerakkan untuk dapat mengelola dan membagi tugas rekan-rekan kerjanya sesuai SDM yang di miliki sehingga dapat bekerja secara maksimal.
3 Mengembangkan
Ketrampilan mengembangkan adalah Pengembangan sekolah sebagai institusi pendidikan menjadi hal yang harus dilakukan oleh seorang kepala sekolah. Olah karena itu seorang kepala sekolah harus memiliki “sense of development” karena pengembangan sekolah tidak hanya didasarkan pada teori semata tetapi perlu adanya teknik dan strategi yang sesuai. Pengembangan sekolah meliputi selain pengembangan fisik sekolah juga pengembangan non fisik.
Ketrampilan mengembangkan menurut calon sangat perlu dimiliki oleh seorang pemimpin dikarenakan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas selain untuk mencapai tujuan pokok institusinya perlu juga mengembangkan tujuan yang perlu di capai sebagai nilai lebih dari hasil kerja institusi. Maka dari itu seorang pemimpin perlu punya ketrampilan mengembangkan sehinga institusi yang di pimpinnya mampu berjalan dengan maksimal bahkan mampu mengembangkan tujuan yang lebih dari tujuan pokok awalnya.
4. Memberdayakan
Ketrampilan memberdayakan adalah Memberdayakan berarti memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah dianggap telah berhasil atau memiliki keterampilan memberdayakan jika terdapat indikator sebagai berikut : (1).  Pemberian tugas sesuai kompetensi personil (2). Pemanfaatan sumber non SDM telah maksimal oleh semua warga sekolah (3). Semua personil dibawah naungan pembinaan kepala sekolah sesuai dengan tupoksinya (4). Tidak ada ketidakmanfaatan potensi SDM dan non SDM.  Ketrampilan Memberdayakan sangatlah perlu dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mengelola dan memanfaatkan sumber SDM dan Non SDM untuk menjadi lebih bermanfaat sehingga tidak ada sumber SDM dan Non SDM yang tak termanfaatkan.
            Berdasar pandanga tersebut calon dapat berpendapat bahwa. Kepala sekolah sebagai pemimpin memiliki tugas dan kewajiban mengarahkan bawahannya kepada suatu komitmen dalam pelaksanaan tugas. Oleh karena itu seorang kepala sekolah mampu mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan sumber pendidikan yang ada

B. Penilaian Diri calon tentang penerapan 4M yang telah calon lakukan di sekolah
Setelah memahami pentingnya  bahwa seorang kepala sekolah harus mampu mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan sumber pendidikan yang ada. makan calaon perlu menilai diri sendiri terkait 4 ketrampilan tersebut sudah atau belum dimilik oleh calon. Berikut ini penilaian calon terhadap diri sendiri terkait sesui dengan pengalaman yang di milik.
1. Mempengaruhi
Calon merasa susdah memiliki ketrampilan mempengaruhi berikut ini pengalaman yang mendukung hal tersebut:
·      Sebagai Pemimpin Pembelajaran (Guru), calon berpengalaman mampu mempengaruhi siswa untuk termotivasi mengikuti pembelajaran dengan sungguh -sungguh dengan cara memberikan bimbingan secara umum terkait pentingya ilmu yang mereka pelajari.
·      Sebagai Wali Kelas, calon selalau mempengaruhi siswa untuk mematuhi aturan sekolah, dadn disiplin dalam melaksanakan kegiatan di sekolah. Contohnya mempengaruhi siswa untuk memelihara kebersihan kelas dan lingkungan dengan cara memberikan contoh secara langsung.
·      Sebagai Ketua Panita persiapan lomba Adiwiyata sekolah tingkat Kabupaten, calon mampu menmpengaruhi rekan- rekan kerja untuk saling memberikan ide dalam mengelola kebersihan dan lingkungan hidup sekolah
·      Sebagai Pembimbing siswa berprestasi bidang akademik di sekolah dan di gugus, calon mampu memotivasi siswa untuk selalu meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri peserta siswa berprestasi sehingga siswa bersemangat untuk belajar lebih giat lagi

2. Menggerakkan
Calon merasa susdah memiliki ketrampilan menggerakkan berikut ini pengalaman yang mendukung hal tersebut:
·      Sebagai Pemimpin Pembelajaran (Guru), calon mampu mengerakkan dan mengelola siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan PBM sehingga terjadi pembelajaran 2 arah, dalam hal ini guru selalu menggunakan metode yang bervariasi sehingga siswa aktif dalam kegiatan PBM
·      Sebagai Wali Kelas. Calon mampu mengerakkan siswa dalam mengelola kelas sehingga setiap siswa mempunyai tugas dan peran masing2 dalam kelas contohnya membentuh organisasi kelas dan menjelaskan perannya, membgai siswa dalam jadwal piket kebersihan kelas dan lingkungan kelas.
·      Sebagai Ketua Panita persiapan lomba Adiwiyata sekolah tingkat Kabupaten, calon mengerakkan semua komponen sekolah untuk menata dan mengelola sesuai bidang dan kemampuan masing2 komponen sekolah sehingga tercapai tujuan yang di inginkan.
·      Sebagai Oprator sekolah, clon mampu mengerakkan seluruh rekan-rekan tenaga kependidiakn di sekolah untuk peduli dan mampu mengisi dan mengoreksi data mereka masing-masing sehingga mendpat data yang akurat.
·      Sebagai Koordinator sekolah Peduli Lingkungan Hidup. Calon mampu mengerakkan sseluruh komponen sekolah untuk memelihara lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan membuat kantin sehat tanpa bahan pengawet dan plastic.
·      Sebagai Pembimbing rekan sejawad dalam prajabatan CPNS. Calon mampu menggerakan rekan CPNS untuk berperan aktif dalam memunculkan ide-ide inovatif dalam mendukung program  sekolah dan memenuhi program prajabatan yang di ikutinya.

3. mengembangkan
Calon merasa susdah memiliki ketrampilan mengembagkan berikut ini pengalaman yang mendukung hal tersebut:
·      Sebagai Pemimpin Pembelajaran (Guru), calon mampu mengembangkan pengethauan, ketrampilan dan sikap siswa dalam PBM. Contohnya guru mengajak siswa belajar melakukan kegiatan penelitian sederhana menemukan rumus bangun datar sehingga siswa paham asal rumus matematika tersebut, 
·      Sebagai Wali Kelas, calon mampu mengembangkan pengelolan kelas yang nyaman untuk belajar dengan cara mengajak siswa membuat hiasan dindig dengan tanaman hidup jadi ruangakan kelas menjadi lebih segar
·      Sebagai Ketua Panita persiapan lomba Adiwiyata sekolah tingkat Kabupaten, calon mampu mengembangkan ide kreatif untuk
·      Sebagai Koordinator Penyusun Soal Siswa Berprestasi. Clalon mampu mengambangkan soal dengan system pensekoran yang lebih baik yaitu dengan menerapkan pensekoran jika jawaban benar nila 3, jika salah -1 dan tidak menjawab 0. Dari pensekoran tersebut didapankan hasil yang lebih akurat untuk menyeleksi siswa berprestasi tingkat kecamatan
·      Sebagai Ketua dewan redaksi Jurnal SIDIK dan JPPG, calon dan rekan-rekan kerja mampu menerbitkan jurnal penelitian ilmiah sebagai wadah publikasi para rekan-rekan guru.


4 memberdayakan
Calon merasa susdah memiliki ketrampilan memberdayakan berikut ini pengalaman yang mendukung hal tersebut:
·      Sebagai Pemimpin Pembelajaran (Guru), guru mampu memberdayakan siswa dengan lingkungan sekolah dengan membuat system belajar kontestual dengan lingkungan sekolah. Contohnya mengajak siswa belajar sambal mengamati lingkuna disekolah
·      Sebagai Wali Kelas. Calon mampu memberdayakan siswa dan lahan sekolah untuk membuat tempat berkebun, calon membuat kebun cabe, toga, dan tempat pembibitan Bersama siswa sebagai ketrampilan tambahan untuk siswa
·      Sebagai Oprator sekolah, calon mampu memberdayakan rekan-rekan guru, TU dan siswa dengan fasilitas computer dan leptop yang ada untuk mempercepat pengisian quisioner PMP sehingga tugas tersebut cepat dan tepat untuk terselesaikan
·      Sebagai Koordinator Peduli Lingkungan Hidup di sekolah, calon mampu memberdayakan siswa guru dan tu untuk dengan lahan di sekolah untuk membuat tanaman hidroponik system wist dengan bahan2 organik yang didapat di lingkuna sekolah.

            Dari penilaian diri tersebut calon merasa sudah mempunyai ke empat ketrampilan tersebut namun calon juga masih sangat perlu meningkatkan kembali kesemua ketrampilan tersebut karena ketrabatasan pengalaman yang calon miliki.

C. Rencana tindakan kepemimpinan calon kepala sekolah

1. Rencana Tindakan Pertama ( Meningkatkan Ketrampilan 4 M )
            Berdasar dari hasil penilaian diri terkait ketrampilan 4 M tersebut di atas, calon merasa kurang dalam keempat ketrampilan tersebut. Maka untuk meningkatkan ketrampilan tersbut maka calon merasa perlu untuk membuat rancang tindakan sebagai berikut :
a. Rencana
·         Untuk meningkatkan ketrampilan mempengaruhi calon berencana lebih banyak belajar berkomunikasi dan mengemukakan pendapat dengan semua komponen sekolah (siswa, kepala sekolah, TU. Dll)
·         Untuk meningkatkan ketrampilan menggerakkan dan mengembangkan calon berencana untuk selalu berusaha dan siap mengajukan diri sebagai koordinatar di setiap kegiatan di lingkungan sekolah.
·         Untuk meningkatkan ketrampilan memberdayakan calon akan berencana untuk memperbanyak refrensi dengan cara membaca, melihat, mendengarkan, dan berdiskusi dari berbagai media untuk menambah wawasan terkait inovasi-inoasi dalam dunia Pendidikan dan sekolah.
b. Alasan pemilihan Program
·         Alasan memilih program belajar berkomunikasi dan mengemukakan pendapat dikarenakan dengan program tersebut calon akan banyak belajar cara untuk berkomunikasi sehingga pendapat yang kita kemukakan mudah diterima dipahami oleh pihak lain.
·         Alasan memilih program mencadi coordinator dalam berbagai kegiatan dikarenakan saat kita menjadi coordinator maka kita akan banyak belajar untuk mengerahkan dan mengelola anggota kita untuk bekerja semaksimal mungkin dan mengembangkan SDM meraka sehingga mencapai tujuan yang diingankan dengan mudah
·         Alasan memilih memperbanyak refrensi dengan cara membaca, melihat, mendengarkan, dan berdiskusi dari berbagai media karena dalam memperdayakan komponen sekolah sangat di b utuhkan wawasan yang sangat luas untuk memunculkan ide-ide inovatim untuk memberdayakan SDM dan Non SDm yang ada di sekolah
c. Langkah-langkah melaksanakan Program
·         Menyiapkan  berbagai hasil pengamatan dan observasi di sekitar kita sebagai bahan untuk berkomunikasi dan mengemukakan pendapat sehingga pendapat/ideyang kita ungkapkan sesuai dengan keperluan untuk mencapai tujuan instansi
·         Selalu siap dan mengajukan diri untuk menjadi coordinator dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan yang di inginkan
·         Memperbanyak informasi terkait inovasi dalam dunia Pendidikan dan sekoalah dari berbagai sumber seperti buku, media cetak, dan media elektronik. Selain itu jg banyak melakukan diskusi dan berbagi pengalaman, pandangan dan pendapat dengan narasumber yang sudah lebih senior.

2. Rencana Tindakan Bagia Kedua (Meningkatkan Kualitas Sekolah)
Jika penulis menjadi kepala sekolah, maka untuk membuat rencana/tindakan yang pertama kali penulis lakukan adalah melihat dan mendeskriksikan kondisi sekolah. Hal-hal yang akan dilaksnakan adalah sebagai berikut:
a.  Rencana program yang akan dibuat
·         Membuat profil sekolah
·         Menyususan visi dan misi sekolah
·         Analisis SWOT
·          Penyusunan program
b. Alasan memilih program
·         Dengan membuat profil sekolah kita bisa mengetahui kondisi sekolah tempat bertugas, sehingga kita bisa mengetahui lokasi, kondisi daerah sekitar, keadaan personil, sarana dan dan prasarana, keadaan siswa dan indikator lainnya yang menerangkan keadaan sekolah.
·         Penyususnan visi dan misi sangat penpin sebagai cita-cita dan harapan sekolah yang kita pimpion mau seperti apa.
·         Tujuan sekolah merupakan kepentingan bersama dalam menjadikan sekolah berakulitan yang kita harapkan Bersama
·         Program-program lain juga haru kita buat untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan bersama
c.  Langkah-langkah pelaksanaan program
·         Mengidentifikasi sumber daya manusia (guru/tu/siswa)
·         Mengidentifikasi sarana dan prasarana yang mendukung.
Menyiapakan rencana program-progran yang akan dikerjakan.