Monday, 3 February 2020

guru honor di gaji 50% dari dana bos namun

guru honor di gaji 50% dari dana bos namun

juknis bos 2020 yang masih berupa gambaran singakt yang berisi perbedaan dan perubahan juknis pengunaan dana bos dari tahun 2019 ke tahun 2020 mempunya perubahan yang siknifikan namun di dalam perubahan itu terdapat dilema yang sangat berat bagi guru honor terkait dengan kesejahteraan mereka yang diperoleh setipbulannya

perubahan juknis bos 2020 ini di salah satu poin pengunaan dana bos di katakan bahwa pembayaran honor tenaga pendidik dan kependidikan maxsimal bisa di bayar 50% dari perolehan dana bos di sekolah tersebut

denga persentase yg besar tersebut sangat memberi angin sejuk kepada guru honor karena selama ini mereka memperoleh 15% dari dana bos. dan persentase tersebut di bagi dengan jumlah guru honor di sekolah tersebut yang rata-rata gaji guu honor di thn 2019 kisaran 200 - 500 tergantung dana bos yg di terima.

dengan adanya perubahan juknis bos yang membolehkan membayar guru honor max 50% dari bos bisa menjadi salah satu solusi bagi guru kontrak mendapatkan honor yang memadai.

namum ada dilema dalam perubahan juknis tersebut dikarenakan dalam juknis tersebut ada sarat yang harus di penuhi oleh guru honor untuk bisa di bayar 50% dari dana bos yaitu harus terdatar dalam dapodik paling lambat desember 2019. mempunyai NUPTK.

sarat tersebut sangat sulit didapatkan oleh guru abdi untuk masuk data dapodik dan NUPTK karena untuk masuk dapodik dan NUPTK itu memerlukan sarat-sarat yang memberatkan guru honor. karena untuk masuk data dapodik tidak semua guru bisa dimasukkan dalam dapodik contohnya guru yang di bawah nauangan depag tidak bisa di masukkan kedalam dapodik.

tidak kalah sulitnya lagi adalah memenuhi sarat memiliki NUPT yai tu harus terdata dalam dapodik. harus mempunyai sk Minimal di ttd jadis dan minimal mengajar selama 2 tahun.

jika kedua sarat itu bisa terpenuhi maka sesuai juknis bos tersebut guru honor berkah menerima gaji 50% dari bos jika tidak maka guru honor akan terancam tidak mendapatkan honor dari bos

ini sangat menjadi dilema di dunia pendidikan dimana saat ini di berbagai tempat sangat kekurangan guru. sukur-sukur ada guru yang mau mengabdikan dirinya dengan digaji 300 ribu rupiah. kini terancam tidak mendapatkan upah jika tidak terdata dalam dapodik dan tidak mempunyai NUPTK. semoga pemerintah bisa melihat lebih cermat kondisi di bawah sebelum memutuskan peraturan. karna ini sangat berdampak dalam kelangsungan pendidikan .


Saturday, 1 February 2020

dengan siplah bos belaja online lebih mudah

dalam pengelolaan dana bantuan oprasional sekolah (BOS) pada tahun 2020 saat ini pengelolaan sudah muali teran saksi non tunai bahkan dihimbau untuk mengunakan sistem siplah sebagai pihak ketiga dalam pengadaan barang dan jasa yang didanai dali BOS. hal ini mempunyai kelebihan dan kelemahan

kelebihannya :
1. bendahara BOS lebih mudah dalam pengadaan barang/jasa bahkan dalam membuat SPJnya hal ini dikarenakan bendahara hanya melakukan teraksaksi secara online di siplah dan teranspser dana melalui mbanking. untuk barang dan spj akan di antarkan oleh pihak toko yang terdaftar di siplah ke alamat sekolah pemesannya
2. tindakan penyelewengan dana semakin minim karena tidak ada pengambilan dana secara tunai semua kegiatan teransaksi dana bos harus non tunai.

kelemahannya
1. sulit mencari toko terdekat yang mendaftarkan tokonya di siplah dikarenakan toko tersebut tidak mau pusing dalam mengupload produk, mengatar dan membuatkan spjnya. terutama pada toko2 yg melajayai konsumsi maupun bangunan, saat ini yg sudah banyak toko yang mendaftarkan tokonya ialah toko yang menjual atk
2. seperti hal kelemahan di atas memungkinan bendahara akan membantu toko-toko di sekitar sekolah untuk membantu mendaftarkannya dan tidak menutup kemungkinan untuk mengelaoala toko tersebut. dikasena banyak SDM masyarakat yang kurang memahami jual beli online. hal ini akan menjadi masalah baru dan dilema bagi bendahara BOS yang sekolahnya ada di pelosok dan tidak terjangkau oleh akses internet


Friday, 31 January 2020

pendidikan yang kehilangan jatidirinya

pada saat ini pendidikan yang sangat berkaitan erat dengan sekolah. sekolah sebagai tempat siswa memnuntut ilmu, menambah pengetahua, mencari dan mengembangkan bakatnya kini secara kasat matah sudah mulai berubah lebih banyak mengurus administrasi
 administrasi sekolah saat ini tidak lah sedikit baik adminis trasi guru dalam mengajar tapi juga administrasi sekolah seperti administrasi BOS yang sangat banyak.. administrasi data dapodik, pmp bahkan aset
dimana jumlah tenaga pendidikan yang sangat tidak sebandik enuntut guru untuk merangkap mengerjakan itu semua sehinga pendidikan siswa dikelas menjadi terbatas
maka kita tidak bisa menuntut siswa akan memliki ilmu yang berkualitas bahkan untuk baca tulis pun banyak siswa yang tidak mampu atau mahir.
kita sekolah di tuntut dari berbagai sudut. dari administrasi dari kualiatas outout siswa. dengan tenaga yg terbatas di sekolah.
belum lagi administrasi guru dalam mengajar yg sangat banyak seerti RPP. yang dalam kenyataanya hanya sebagai administrasi yang tak dimanfaatkan dan banyak lagi administrasi yang muluk2 yang tidak berpengaruh kepada kinerja guru.

Sunday, 5 January 2020

MENCORET WAJAH SISWA UNTUK MEMOTIVASI

MENCORET WAJAH SISWA UNTUK MEMOTIVASI

sudah lama tidak menulis diBlog karena tidak punya ide... baru-baru ini terlintas dalam pikiran ingin berbagi trik-trk mengajar yang saya terapkan di kelas terutama siswa SD jadi kali ini saya akan menuliskannya untuk sekedar berbagi dan bertukar pikiran. lebih lengkapnya sebagai berikut.

BERMAIN MATEMATIKA DENGAN MENCORET WAJAH

awal mulanya perihatin dengan melihat anak didik saya yang sudah klas IV (empat) SD belum terlalu hapal perkalian dan pembagian. Dan ditambah siswa tidak ada motivasi untuk belajar perkalian. Setiap dikasi pertanyaan perkalian siswa menjawannya masi terlalu lama bahkan jawabannya salah.

Sudah berkali-kali siswa di himbau untuk menghapalkan kembali perkalian tapi masi tetap di acuhkan. Padahal perkelian adalah pelajaran yang paling mendasar apa bila siswa tidak bisa perkalian siswa akan mengalami kesulitan dalam menangkap atau menerima pelajaran yang tingkat materinya lebih sulit. Secara sederhana apabila siswa tidak bisa perkalian atau lama dalam perkalian siswa akan merasakan kesulitan dalam materi perkalian susun, pembagian susun, dan materi lainnya. Dan bila siswa tidak bisa memahami materi yang diterangkan guru akan menimbulkan perasaan pada siswa bahwa matematika itu suli dan sangat membosankan. Padahal ini semua disebabkan siswa tidak memegang salah satu kunci dasar pelajaran matematika yaitu PERKALIAN. Apa lagi siswa itu sudah duduk di kelas IV ke atas ma siswa yang tidak bisa perkalian dijamin tidak akan bisa mengerjakan soal matematika karna pada tingkatan kelas ini siswa tidak akan lagi pada menghafal perkalian. Maka dari itu saya punya ide unik dengan cara mengajak siswa bermain (CORET WAJAH) adapun caranya dalah sebagai berikut:



  1. Permainan ini bisa dilakukan pada saat awal jam pelajaran atau akir jam pelajaran. Siswa duduk di bangkunya masing-masing. Siswa akan diberikan pertanyaan secara berurut berdasarkan tempat duduk siswa.

  2. Pada awal guru memberikan pertanyan perkalian kepada siswa yang duduk di bangku paling awal. Aturannya BAGI YANG SALAH MENJAWAB /LAMA DALAM MENJAWAB WAJAHNYA AKAN DICORET.

  3. Apabila siswa benar menjawab siswa yang benar menjawab diberi kesempatan memberi pertanyaan perkalian ke teman se belahnya. Apabiala teman nya salah menjawab maka siswa yang memberi pertanyaan tadi berhak mencoret wajahnya dengan kapu,pupur/tepung,

  4. Setelah siswa yang salah menjawab di coret wajahnya siswa tersebut di persilahkan ke luar kelas untuk bertanya jawabannya pada adik kelas mereka dengan coretan diwajahnya tidak boleh di hapus.

  5. Sambil menunggu siswa yang mencari jawaban keluar siswa yang menjawab benar tadi melanjutkan permainan dengan memberi pertanyaan lagi kepada siswa berikutnya

  6. Dan ini dilakukan berulang2 sapai siswa semua mendapat gilran dan ini bisa dilakukan berkali-kali

Inti permainan ini adalah yang salah menjawab wajahnya dicoret oleh yang memberikan pertanyaan dan dengan coretan diwajah siswa di suruh untuk bertanya kepada adik kelasnya sampai jawabannya ketemu dan coretan diwajah tak boleh hilang.

Yang mendasari pemikiran saya melakukan permainan ini adalah siswa akan merasa malu saat bertanya perkalian kepada adik kelasnya dengan wajah yang penuh coretan sehingga ti tertawai oleh adik kelasnya. Sehingga karna rasa MALU itu siswa akan termotivasi untuk belajar perkalian kembali. Dan bagi yang sudah bisa perkalian akan lebih mengasah perkaliannya dan merasa rasa senang dengan bisa mencoret wajah temannya.

dengan permainan ini pembelajaran akan menyenangkan dan siswa akan lebih terpacu untuk belajar. Demikian lah yang dapat saya bagi di kesempatan ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca.


Monday, 9 October 2017

MedEdu: Jurnal Ilmiah Pedidikan dan Pembelajaran

MedEdu: Jurnal Ilmiah Pedidikan dan Pembelajaran



Telah terbir Jurnal Ber ISSN "MedEdu: Jurnal Ilmiah Pedidikan dan Pembelajaran" yang di terbitkan oleh CV. Media Educations. Jurnal Ilmiah Ini sebagai sarana publikasi karya ilmiah khusus dibidan pendidikan dan pembelajaran. dengan tujuan  sebagi sumber pengatuahan untuk mengembangan inovasi di bidang pendidikan dan pembelajaran. 

Cara Mengajukan Artikel untuk masuk kedalam jurnal ini lebih lanjut bisa kontak kami (CV. Media Educations):
Wa. +62 822-3614-1899
FB : web.facebook.com/mediaeducations
Email : educationsmedia@gmail.com


Monday, 6 March 2017

Kerajinan Tangan Siswa Kelas VI SD Negeri 6 Penyaringan, Hiasan DindingMengunakan Tanaman Hidroponik

Kerajinan Tangan Siswa Kelas VI SD Negeri 6 Penyaringan, Hiasan Dinding Mengunakan Tanaman Hidroponik

Berikut ini adalah hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh siswa kelas VI SD Negeri 6 penyaringan dengan mengunakan tanaman sistem hidroponik. hiasan ini dibuat dengan mengunakan bahan -bahan yang mudah didapat seperti bambu, papan/teriplek, botol bekas, bahkan bisa mengunakan bola lampu bekas.
tujuan membuat kerajinan tangan berupa hiasan dinding mengunakan tanaman sistem hidroponik ini adalah

  1. melatih kerieatifitas siswa dalam memanfaatkan bahan-bahan disekitar yang tidak terpaikai seperti bahan-bahan bekas, sehingga bahan-bahan bekas tersebut bisa dimanfaatkan dan mengurangi pencemaran lingkungan.

  2. siswa dapat memahami bahwa tumbuhan bisa di tanam dengan tehnik hidroponik tanpa mengunakan tanah.

  3. dengan mengunakan hiasan dingiding dari tanaman hidup yang di letakkan didalam ruang kelas akan membantu sirkulasi co2 dengan o2 yang dihasilkan oleh tanaman, sehingga ruang kelas menjadi lebih terasa sejuk dan udara dalam kelas menjadi segar. selain itu juga membantu mengurangi folusi udara.]

  4. membiasakan/membudayakan siswa untuk memanfaatkan barang-barang bekas sebagai bahan kerajinan tangan, dan siswa memahapi pentingnya ,elestarikan lingkungan hidup yang ada disekitarnya.

adapun hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh siswa kelas VI SD Negeri 6 penyaringan adalah sebagai berikut:




Hiasan dinding yang terbuat dari papan, teriplek dan botol kaca



Hiasan dinding yang memanfaatkan papan kayu, bambu dan bola lampu bekas


semoga dengan hasil kerajinan tangan siswa kelas VI SD Negeri 6 Penyaringan ini bisa menjadi salah satu contoh tindakan perlestarian lingkungan dan bisa memberikan inspirasi bagi kita semua

Sunday, 11 September 2005

Hidroponik Sistem Wick Mengunakan Botol Bekas

Hidroponik Sistem Wick Mengunakan Botol Bekas


Ada 6 tipe dasar sistem hidroponik, system Wick, Water Culture, Ebb dan Flow (Flood & Drain), system Drip ,NFT (Nutrient Film Technique) dan Aeroponik. System dasar ini bisa dimodifikasi sesuia kemauan anda, kreatifitas anda bisa diasah dalam merancang system hidroponik untuk tanaman anda.



Ada ratusan variasi pada tipe-tipe dasar dari sistem, tetapi semua metode hidroponik adalah variasi (atau kombinasi) dari keenam system ini. Silahkan lanjutkan membaca dibawah akan kami jelas dari masing masing system: