PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DENGANPEMANFAATAN MEDIA GAMBAR

Posted by sangpembelajar On Tuesday, 1 March 2011 3 komentar
PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DENGAN PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR


ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat hasil belajar dengan cara menggunakan media gambar pada siswa kelas VI semester I sekolah dasar Negeri Subuk setelah penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran. Subyek penelitian ini terfokus pada siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Subuk yang beerjumlah 20 orang siswa. Dalam pengumpulan data pada penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif kwantitatif. Hasil belajar sebelum tindakan dilaksanakan baru mencapai 60,44 %. Apabila dibandingkan dengan PAP Skala lima berada pada katagori rendah selanjutnya pada siklus I peningkatan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Subuk kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng mencapai angka rata-rata persen (M%) = 70,77 %. Bila dibandingkan dengan PAP Skala lima berada pada katagori sedang. Pada Siklus II menunjukkan angka rata-rata persen (M%) = 88,72 % dan berada pada katagori tinggi. Pada proses pembelajaran ini terjadi peningkatan hasil belajar pada Siklus I dan Siklus II.

Kata kunci media gambar, hasil belajar.



1. PENDAHULUAN

Pada Era globalisasi yang khususnya tentang masalah pendidikan, pemerintah telah mengupayakan agar mutu pendidikan di Indonesia mencapai jenjang kwalitas yang baik. Hal tersebut bisa tercapai bila seluruh komponen pendidikan terkait dan terpadu, seperti : a) pengadaan buku-buku  pelajaran siswa, b) peningkatan kwalitas / mutu guru, c) sistem pengelolaan kurikulum yang relevan, serta upaya lainnya yang berkaitan dengan kwalitas pendidikan.

Secara formal guru sebagai pengelola pendidikan harus dapat mengupayakan agar terjadi interaksi antara siswa dengan komponen-komponen lainnya seperti : guru, metode, sarana dan prasarana serta lingkungan sekitarnya secara optimal.  Siswa belajar melalui informasi yang diperoleh dapat dipikirkan dan segala informasi tersebut dapat lama diingat serta dapat bertahan pada pikiran siswa. Upaya untuk lebih meningkatkan hasil belajar siswa, diantaranya dapat dilakukan melalui upaya memperbaiki proses pembelajaran.

Hasil temuan dalam pembelajaran bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas VI semester I SD Negeri Subuk Kecamatan Busungbiu menunjukkan bahwa rendahnya minat dan keaktifan belajar IPA antara lain tampak pada rendahnya hasil belajar IPA mereka. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa pembelajaran IPA di sekolah belum maksimal.

Penggunaan pendekatan, metode, dan strategi yang tidak tepat serta tidak disertai media pembelajaran dalam suatu proses belajar-mengajar diasumsikan merupakan salah satu faktor penentu kurang maksimalnya pencapaian tujuan belajar di sekolah. Pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh guru sebagai pengelola pembelajaran dalam memberikan penjelasan terhadap materi ajar yang terkait cenderung masih menekankan pada metode ceramah. Akibatnya anak tidak memperoleh kesempatan untuk belajar mandiri secara aktif, maka dari itu hasil belajar siswa mengalami penurunan.

Demikian juga halnya yang terjadi pada siswa kelas VI semester I SD Negeri Subuk Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2003/2004. dari pengukuran awal diketahui bahwa hasil belajar IPA mereka masih rendah yaitu rata-rata 60,44 %.

Menurut Nochi Nasution (dalam Nurlinggo, 2002:2) terdapat dua faktor yang berpengaruh pada proses pembelajaran dapat dikelompokkan sebagai berikut: a) faktor ekstern (luar) terdiri dari faktor lingkungan, dan b) faktor intern (dalam) terdiri dari kecerdasan, minat, bakat, motivasi dan kemampuan kognitif.

Keberhasilan belajar siswa secara optimal bisa terwujud bila guru menerapkan media gambar dalam pembelajaran. Apabila seorang guru melihat prestasi belajar yang belum mencapai hasil yang optimal maka diperlukan adanya perbaikan sistem pada pembelajaran. Media gambar dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. (Dirjen Dikdasmem, 1997/1998:3).

Media gambar dapat diartikan sebagai sesuatu yang melukiskan atau menggambar garis-garis sebagai kata sifat. Gambar Graphies diartikan sebagai penjelasan yang kuat atau penyajian yang efektif. Basuki Wibawa dan Parida Mukti (191 : 28) menyatakan bahwa media gambar memiliki beberapa fungsi, yakni 1) dapat mengembangkan kemampuan visual, 2) mengembangkan imajinasi siswa, 3) membantu meningkatkan penguasaan anak terhadap hal-hal yang abstrak, atau peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan didalam kelas, dan 4) dapat mengembangkan segala bentuk kreativitas siswa. (Darsana, 2002:59). Oleh karena itu, media ini dijadikan solusi terbaik untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI SD Negeri Subuk Kecamatan Busungbiu.

Berdasarkan hal tersebut diatas, masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah “Apakah dengan penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas VI semester I SD Negeri Subuk Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2003/2004 dapat meningkatkan hasil belajar siswa ?”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA dengan cara memanfaatkan media gambar, pada siswa kelas VI semester I SD Negeri Subuk Kecamatan Busungbiu. Dengan demikian, temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berarti bagi siswa, yakni siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, lebih menguasai wawasan dan keterampilan dalam belajar konsep sikap dan nilai serta dapat meningkatkan prestasi belajar khususnya dalam mata pelajaran IPA. Bagi para guru, agar dapat meningkatkan kwalitas proses dan hasil pembelajaran dengan mengupayakan penerapan model pembelajaran berbasis media dalam kegiatan belajar-mengajar serta mampu meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru dalam menjalankan tugasnya. Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengambil suatu kebijakan yang tepat dalam kaitannya sebagai upaya dan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien di sekolah.



2. METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Subuk Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang. Pengambilan siswa kelas VI SD Negeri Subuk sebagai subjek penelitian ini disebabkan oleh beberapa hal, yakni 1) siswa selalu bermain-main pada proses pembelajaran, 2) minat anak pada pembelajaran IPA sangat kurang, 3) siswa sering datang terlambat, dan 4) siswa sering mengantuk saat pelajaran berlangsung. Dengan keadaan siswa semacam itu maka dari 20 orang siswa tersebut perlu diberikan bantuan berupa tindakan yang disebut penelitian tindakan kelas (PTK).

Pada proses penelitian ini peneliti menggunakan model penelitian tindakan kelas (PTK) atau dikenal dengan sebutan Classroom Action Research (CAR) Proses penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktek pembelajaran di kelas secara profesional.

Model penelitian kelas ini dikembangkan dari model Kemis dan MC Toggart (Nurlinggo, 2002:27). Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam dua Siklus, dan setiap Siklus terdiri dari empat tahap kegiatan yaitu : 1) Perencanaan, meliputi : mengidentifikasi tentang daya serap siswa, menyusun persiapan mengajar dan lembaran observasi, serta menyiapkan tes hasil belajar, 2) Pelaksanaan, yakni melaksanakan proses pembelajaran dengan penggunaan media gambar yang meliputi : (a) Kegiatan awal yaitu guru melakukan apersepsi, (b) Kegiatan inti meliputi : guru memancangkan media gambar di papan, guru menjelaskan pokok bahasan dengan keterkaitan penggunaan media gambar, siswa menyimak, guru melontarkan beberapa pertanyaan kepada siswa terkait penjelasan tadi, siswa menjawab dengan menunjukkan pada media, (c) Kegiatan akhir yakni guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari, guru menindak lanjuti, dan guru memberikan evaluasi atau tugas. 3) Pemantauan dan Evaluasi, yakni pemantauan terhadap kesesuaian cara guru dalam penggunaan media gambar  dengan materi ajar dan prilaku anak dalam proses belajar-mengajar, serta melakukan evaluasi dengan tes, dan 4) Refleksi, yakni peneliti menganalisa, mengkaji dan merenungkan hasil tindakan dan evaluasi. Ikthisar model rancangannya seperti berikut :









Gambar Rancangan Penelitian

Metode dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan metode analisis deskriptif kwantitatif. Metode tes ini digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa dengan instrumen berupa tes akhir program yang dibuat atau disusun oleh peneliti. Setelah seluruh data dalam penelitian terkumpul maka selanjutnya dilakukan analisis data. Dalam menganalisis data digunakan metode analisis deskriptif kwantitatif. Metode ini dipergunakan untuk menentukan tinggi rendahnya prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam kelas VI SD Negeri Subuk Kecamatan Busungbiu. Perencanaan metode ini meliputi : 1) menyusun tabel distribusi frekwensi, 2) menghitung Mean (M), 3) membandingkan Mean dengan kriteria PAP skala lima. Ini dimaksudkan untuk memperoleh hasil simpulan yang terpercaya.

UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAHKAN DOWNLOAD DI SINI


3 komentar:

sainsmediaku said...

Your site's gratfull ... going on!!!
Lam kenal ....

susilofy said...

lam kenal juga... makasi banyak

Gambar Lingkungan Alam - Vianku.com said...

[…] Peningkatan hasil belajar ilmu pengetahuan alam (ipa […]

Post a Comment