Mengamati Pengaruh Latihan Pada Denyut Jantung

Posted by sangpembelajar On Wednesday, 2 November 2016 0 komentar

Mengamati Pengaruh Latihan Pada Denyut Jantung


20161031_1538391


PENDAHULUAN




  • Latar Belakang


Jantung merupakan organ yang sangat penting dan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Jantung mempunyai tugas untuk memompakan darah ke seluruht ubuh yang berfungsi untuk mengangkut O2 yang dibutuhkan oleh otot untuk beraktivitas. Hal ini dilakukan dengan pengaturan lokal aliran darah terhadap kebutuhan jaringan. Semakin besar metabolisme dalam suatu organ, maka makin besar aliran darahnya.  Hal ini akan dikompensasi jantung dengan mempercepat denyutnya dan memperbesar banyaknya aliran darah yang dipompakan dari jantung ke seluruh tubuh (Pratiwi 2007: 46).


Denyut jantung yang optimal untuk setiap individu berbeda-beda tergantung pada kapan waktu mengukur detak jantung tersebut (saat istirahat atau setelah berolah raga). Variasi dalam detak jantung sesuai dengan jumlah oksigen yang diperlukan oleh tubuh saat itu. Denyut jantung seseorang juga dipengaruhi oleh usia dan aktivitasnya. Olahraga atau aktivitas fisik dapat meningkatkan jumlah denyut jantung, namun jika jumlahnya terlalu berlebihan atau di luar batas sehat dapat menimbulkan bahaya. Selain itu suhu udara disekitar, posisi tubuh (berbaring atau berdiri), tingkat emosi, ukuran tubuh serta obat yang sedang dikonsumsi juga mempengaruhi denyut nadi seseorang (Judha 2011: 89).


Detak jantung atau juga dikenal dengan denyut nadi adalah tanda penting dalam bidang medis yang bermanfaat untuk mengevaluasi dengan cepat kesehatan atau mengetahui kebugaran seseorang secara umum. Pada orang dewasa yang sehat, saat sedang istirahat maka denyut jantung yang normal adalah sekitar 60-100 denyut per menit (bpm). Jika didapatkan denyut jantung yang lebih rendah saat sedang istirahat, pada umumnya menunjukkan fungsi jantung yang lebih efisien dan lebih baik kebugaran kardiovaskularnya (Mila 2014: 1).


Jantung merupakan organ otot yang berongga, berukuran kepalan tangan, terletak di bagian tengah rongga thoraks. Jantung terdiri dari atrium kanan dan kiri, serta ventrikel kanan dan kiri. Antara atrium dan ventrikel dibatasi oleh annulus fibrosus. Karena fungsi vitalnya maka setiap kerusakan jantung akan menimbulkan dampak yang berat bagi tubuh, pada awalnya terjadi dekompensasio kordis sebagai respon usaha jantung dalam usha memenuhi kebutuhan suplai darah dalam tubuh. Apabila faktor penyebab dari kerja jantung ini diatasi maka secara perlahan tapi pasti ukuran jantung akan kembali pada posisi semula (Judha 2011: 84).


Kontraksi ventrikel kiri mendorong darah ke aorta, akibatnya aorta terenggang dan berdilatasi, karena daya elastisitas ini kemudian dinding aorta (pembuluh darah) kembali mengecil, pengembangan dan pengecilan ini dirasakan sebagai denyut nadi. Denyut nadi dapat teraba karena adanya tulang yang menahan (Judha 2011: 89).


Berdasarkan paparan diatas peneliti mencoba untuk melakukan percobaan  untuk mengukur jumlah denyut nadi /jantung dalam keadaan diam, dan membandingkannya dalam keadaan sesudah melakukan kegiatan lari ditempat selama 5 menit.




  • Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti dapat merumuskan rumusan masalah sabagai berikut:

  1. Bagaimana perbandingan jumlah denyud nadi saat kondisi diam dengankondisi seteah latihan ?

  2. Apa manfaat mengukur denyut nadi sebelum melakukan latihn ?

  3. Bagaimana pengaruh laihan terhadap denyut jantung, dan hubunganya dengan tekanan darah ?

    • Tujuan




Berdasarkan latar belakan dan rumusan masalh di atas tujuan diakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui perbandingan jumlah denyut nadi dari konsisi diam dengan kondisi setelah latihan

  2. Untuk mengetahi manfaat pengukuran denyut nai sebelum melakukan latihan

  3. Untuk mengetahui pengaruh laihan terhadap denyut jantung, dan hubunganya dengan tekanan darah



PEMBAHASAN

2.1 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah stopwatch, sedangkan bahan yang digunakan yaitu denyut nadi praktikan.


 2.2 Prosedur Kegiatan

            Proses dalam kegiatan ini dilakukan dalam dua tahapan yaitu 1. Mengukur denyut nadi saat kondisi duduk tenang (Diam), 2. Mengukur denyut nadi setelah melakukan kegiatan lari ditempat selama 5 menit (latihan). Pengukuran ini melibatkan 2 orang sbagai  praktikan yaitu peneiti sendiri  dengan satu orang teman. Berikut ini peneliti paparkan prosedur masing-masing kegitan penelitian tersebut


Mengukur jumlah denyut nadi saat diam




  1. Menyipakan alat dan bahan penelitian

  2. Mengukur denyut jantung (nadi) teman dalam keadaan duduk tenang. Dengan cara meletakkan dua jari pada bagian dalam pergelangan praktikan dan cari letak denyut nadi.

  3. Menghitung jumlah denyut nadi dalam waktu 15 menit. Ulangi sampai tig kali, hitung rata-ratanya kemudian kalikan 4 untuk mendapatkn jumlah denyut dalam satu menit ulangi sampai 3 kali

  4. Mencatat hasil penelitian pada table

  5. Lakukan Kegiatan yang sama secara bergantian dan cata hasil pengamtan.


Mengukur Jumlah denyut nadi setelah latihan

  1. Menyipakan alat dan bahan penelitian

  2. Mengukur denyut jantung (nadi) teman dalam keadaan setalah melakukan latihan lari ditempat selama 5 menit. Dengan cara meletakkan dua jari pada bagian dalam pergelangan praktikan dan cari letak denyut nadi.

  3. Menghitung jumlah denyut nadi dalam waktu 15 menit. Ulangi sampai tig kali, hitung rata-ratanya kemudian kalikan 4 untuk mendapatkn jumlah denyut dalam satu menit ulangi sampai 3 kali

  4. Mencatat hasil penelitian pada table

  5. Lakukan Kegiatan yang sama secara bergantian dan cata hasil pengamtan.


 

 

2.3 Hasil Penelitian

  1. Hasil Pengukuran Denyut Nadi Saat Diam


Tabel 1 : Hasil Denyut Jantung /Nadi Teman (Steven Bernardus De Ruyter) Saat Diam











































Pengukuran15 dtk

I
15 dtk

II
15 dtk

III
RerataJml/mnt
I1617181768
II1718191872
III1719191976
Rata-rata1718191872

 

Tabel 2 : Hasil Denyut Jantung/ Nadi Sendiri (Susilo Fitri Yatmoko) Saat Diam











































Pengukuran15 dtk

I
15 dtk

II
15 dtk

III
RerataJml/mnt
I1820212080
II2021222184
III2022222184
Rata-rata1921222184

 

  1. Hasil Pengukuran Denyut Nadi Setelah Latihan


Tabel 3 : Hasil Denyut Jantung/Nadi Teman ( Steven Bernardus De Ruyter ) setelah latihan











































Pengukuran15 dtk

I
15 dtk

II
15 dtk

III
RerataJml/mnt
I28252426104
II27252225100
III2624222496
Rata-rata27252325100

 

Tabel 4 : Hasil Denyut Jantung/Nadi Sendiri (Susilo Fitri Yatmoko) Setelah Latihan











































Pengukuran15 dtk

I
15 dtk

II
15 dtk

III
RerataJml/mnt
I32302830120
II28262526104
III2423242496
Rata-rata28262627108

 

2.4 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian dan data-data yang diperoleh dari pengukuran denyut nadi dari saat kondisi diam dan kondisi setelah latihan. Maka peneliti dapat membahas beberapa hasl sesuai tujian penelitian sebagai berikut


 

  1. Perbandingan Jumlah Denyut Jantung dari Kondisi Diam dan Kondisi Setelah latihan.


Berdasrkan data yang telah dikumpulkan dari hasil penelitan, maka peneliti dapat membandingkan antara jumlah denyut jantung saat duduk diam dengan jumlah denyut jantung setelah latihan. Berikut ini peneliti sajikan dalam bentuk table dan grafik untuk dapat melihat perbandingan secara rinci:


Tabel 4: Perbandingan Jumlah Denyut Jantung Saat Kondisi Diam dengan Kondisi Setelah Latihan
























NoNamaRata-rata Denyut Jantung
DiamLatihan
1.Steven Bernardus De Ruyter72100
2.Susilo Fitri Yatmoko85108

 Selain data berupa tabel peneliti juga sajikan kedalam bentuk grafik seperti dibawah ini :

untitled






Grafik 1: Perbandingan Rata-rata Jumlah Denyut Jantung Saat Diam dan Latihan

Dari data table dan grafik diatas dapat di ketahui bahwa ada perbedaan julmah denyut jantung saat kondisi diam dan jumlah denyut jatung setelak latihan lari ditempat selama 5 menit. Secara rinci diketahui denyut jantung Steven saat kondisi duduk tenang / diam di peroleh rata-rata 72 dan setelah latihan meningkat menjadi 100. Hal ini juga sama terjadi pada saya sendiri (Susilo) jumlah denyut jantung dari diam 85 meningkat setelh melakukan latihan menjadi 108. Selain hal tersebut dapat juga diamati bahwa sitap orang mempunyai jumlah denyut jantung permenit yang berbeda-beda seperti jumlah denyut jantung saya (susilo) dengan steven mempunyi jumlah denyut jantung yang berbeda hal ini di akibatkan dari factor usia, kesehatan, jenis keamin, postur tubuh dan lain-lainya.




  1. Pentingnya Mengukur Denyut Jantung /Nadi Sebelum Melakukan Latih


Berdasarkan penelitian dan data diatas diketahui bahwa denyut nadi seseorang akan meningkat saat melakukan olahraga /latihan. Dikarenakan denyut nadi normal manusia adalah 60-90 kali denyut per menit. Jika Anda berusia 20 tahun, denyut nadi saat olahraga jangan melebihi 160 denyut per menit. Hitung dulu denyut nadi sebelum berolahraga agar tak kena serangan jantung.


Ada rumusannya bagaimana menghitung denyut nadi per menit. Dalam keadaan istirahat, normalnya seseorang memiliki 60-90 kali denyut per menit. Namun biasanya orang memiliki 72 kali denyut per menitnya. Kalau lebih dari 90, itu sudah ketinggian. Denyut jantung itu seperti RPM di kendaraan kita, Untuk mengetahui denyut nadi, ada rumusan saat berlatih yakni 220 dikurangi usia dalam tahun yang hasilnya 100 persen dari denyut jantung.


Untuk berlatih jantung itu 60 persen sampai 80 persen.

Contohnya saat usia 20 tahun, 60 persen x 200 sama dengan 120 kali denyutan per menit. Dan batas atas adalah 80 persen x 200 sama dengan 160 kali per menit. Jika seseorang latihan namun denyut jantungnya kurang dari 120, lanjut Michael, berarti latihan yang dilakukan orang itu sia-sia karena tidak cukup memberikan tekanan pada jantung. Kalau melampaui 180 kita berisiko bagi jantung. Olahraga itu bisa seperti pisau bermata dua. Bisa memotong dan kepotong. Karena itu tidak bisa sembarangan terutama untuk kelompok usia tertentu atau punya penyakit tertentu seperti diabetes, obesitas, kanker, dan sebagainya. Olahraga itu bagus untuk kesehatan. Namun olahraga bak pisau bermata dua. Jika salah sedikit bisa membahayakan kehidupan seseorang. Sebelum dan sesudah berolahraga jangan lupa memeriksa denyut jantung.


 

  1. Pengaruh Latihan Terhadap Denyut Jantung dan Hubungannya dengan Tekanan Darah


Hubungan latihan dengan denyut jantung yaitu latihan menjadikn kebutuhan energy bagi otot meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan energy otot memerlukan oksigen dan zat makanan. Ketika otot mengunakan energy dalm jumlah banya, maka pernapasan, denyut nadi/jantung cepat untuk memenuhi kebutuhan energy tersebut.


Hubungan denyut jantung dan tekanan darah adalah : Tidak ada hubungan baik antara denyut nadi dan tekanan darah. Mengukur denyut nadi tidak mengindikasikan tekanan darah tinggi atau rendah. Bagi orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi, tidak ada pengganti bagi mengukur tekanan darah. Denyut nadi yang meningkat tidak menyebabkan tekanan darah naik dengan kecepatan yang sama. Walau jantung berdetak lebih sering semenitnya, pembuluh darah yang sehat akan membesar agar lebih banyak darah dapat mengalir dengan lebih mudah. Ketika berolah raga, jantung berdetak lebih cepat agar darah dapat mencapai otot-otot. Mungkin saja bagi denyut nadi meningkat dua kali lipat sementara tekanan darah Anda mungkin hanya meningkat sedikit.


PENUTUP

  • Simpulan


Berdasarkan tujuan, hasil pengukuran, dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut

  1. Denyut nandi sesorang sangat tergantung dengan aktifitas/ latihan yang dijalaninya, semakin berat aktifitas yang dilakukan seseorang akan denyut nadi semakin cepet.

  2. Kita juga hendaknya selalu memperhatikan denyut nadi sebelum melakukan aktifitas terutama aktifitas-aktifitas yang berat, untuk mengetahui keadaan denyut jantung sehinga kita bisa dapat memperekdisi aktifitas untuk mengurangi resiko terkena serangan jantung

  3. Hubungan antara latihan dengan denyut jantung sangat berkaitan erat semin berat latihan yang kita lakukan maka denyut nadi akan meningkat. Sedangkan hubungan denyut jantung dengan tekanan darah tidak ada hubungan baik antara denyut nadi dan tekanan darah, walau jantung berdetak lebih sering semenitnya, pembuluh darah yang sehat akan membesar agar lebih banyak darah dapat mengalir dengan lebih mudah.

0 komentar:

Post a Comment