EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN BANGUN DATAR DENGAN METODE STAD DAN ALAT BANTU MBDW, CONTOH PTK

Posted by susilo On Saturday, 12 October 2019 0 komentar

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN BANGUN DATAR DENGAN METODE STAD DAN ALAT BANTU MBDW, CONTOH PTK

File Bisa Di download di bagian Akhir Postingan


BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa penguasaan konsep bangun datar pada peserta didik SD 1 Pulosaren Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo masih rendah. Peserta didik kurang tertarik terhadap pembelajaran dengan materi tersebut. Usaha mengatasi kondisi yang ada, guru dalam menyampaikan materi pembelajaran memilih metode STAD (Student Teams Achievement Divisions) dan peraga MBDW (Model Bangun Datar Warna-warni). Dengan usaha tersebut, pembelajaran dengan materi pelajaran bangun datar efektif dan menarik.

B.     Rumusan Masalah
Masalahnya ada 2 hal, yakni:
  1. Apakah pembelajaran dengan metode STAD dan alat bantu MBDW menyenangkan?
  2. Apakah pembelajaran dengan metode STAD dan alat bantu MBDW efektif?

C.    Tujuan
Penelitian ini bertujuan:
  1. Mendeskripsikan proses pembelajaran bahwa dengan metode STAD dan alat bantu MBDW menyenangkan.
  2. Mendeskripsikan efektivitas pembelajaran dengan metode STAD dan alat bantu MBDW.

D.    Manfaat
Manfaat diadakannya penelitian, sebagai berikut:
  1. Bagi guru
  1. Sebagai bahan perbaikan pembelajaran yang dikelolanya, sehingga proses dan hasil dari pembelajaran mengalami peningkatan.
  2. Sebagai wahana dalam peningkatan profesionalitas guru karena mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
  3. Sebagai wahana penumbuhan rasa percaya diri bagi guru.
  1. Bagi peserta didik
  1. Peserta didik meningkatkan prestasi belajarnya.
  2. Peserta didik dapat mengikuti pembelajaran yang menarik.
  1. Bagi sekolah
  1. Memiliki guru yang profesional dalam mengelola pembelajaran di depan kelas.
  2. Sekolah dapat berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.


BAB II KAJIAN TEORETIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS

A.    Kajian Teori
1.       Bangun Datar
Teori tentang bangun datar dikemukakan oleh beberapa ahli. Bangun datar memiliki sisi, sudut, dan diagonal/garis tengah. Menurut Julius Hambali dkk, secara ringkas disajikan sebagai berikut :
a.       Segiempat
Bangun datar segiempat: persegi, persegi panjang, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang, dan trapesium. Masing-masing bangun datar memiliki sifat-sifat yang khusus.
b.      Segitiga
Bangun datar segitiga: segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga lancip, segitiga tumpul, dan segitiga sembarang.
c.       Lingkaran
Bangun datar lingkaran merupakan bangun yang hanya memiliki satu sisi, mempunyai satu titik pusat, dan memiliki garis tengah yang panjangnya dua kali jari-jari.
2.   Pembelajaran Bangun Datar
Metode STAD  sesuai untuk pennyampaian materi pelajaran bangun datar. Metode STAD merupakan pengembangan dari metoe kerja kelompok dan diskusi dengan fokus kegiatan adanya kompetisi tim dan kompetisi individu.
3.  Alat Bantu Pembelajaran
   Alat bantu Yang digunakan yaitu MBDW  (Model Bangun Datar Warna-wari). MBDW merupakan model bangun datar dengan memberi warna-warni pada bagian-bagian yang memiliki ciri/sifat khusus. Dengan MBDW diharap peserta didik dapat menemukan sendiri sifat-sifat bangun datar.

B.     Kerangka Berpikir
Pembelajarn bangun datar sebaiknya dengan menggunakan alat bantu model bangun datar. Alat bantu model bangun datar warna-warni merupakan bentuk bangun datar dengan memberi warna-warna yang berbeda pada bagian-bagian bangun datar yang memiliki karakter khusus. Peraga bangun datar warna-warni merupakan upaya mengarahkan peserta didik untuk berpikir konkrit. Belajar secara konkrit lebih menyenangkan, mengaktifkan, dan mudah dipahami.

C.    Hipotesis
Hipotesis penelitian tindakan ini, sebagai berikut,
1.             Pembelajaran materi pelajaran bangun datar dengan alat bantu MBDW (Model Bangun Datar Warna-warni) menyenangkan.
2.             Proses pembelajaran metode STAD dengan alat bantu model bangun datar warna-warni efektif.


BAB III PELAKSANAAN TINDAKAN
A.    Seting Penelitian

Tempat      penelitian di SD 1 Pulosaren, Kepil, Wonosobo dimulai bulan Desember 2007 – Februari 2008.

B.     Subjek Penelitian

Subjek penelitian peserta didik kelas V SD 1 Pulosaren berjumlah 38 orang peserta didik tahun pelajaran 2007/2008.

C.    Sumber Data

Hasil tes dan hasil pengamatan siklus I dan siklus II.

D.    Indikator kinerja

Pembelajaran dianggap efektif jika telah memenuhi ketuntasan individual 65% dan ketuntasan klasikal 75%. Diharapkan hasil meningkat pada tes siklus ke II menjadi 80% secara klasikal.

E.     Instrumen

Alat bantu MBDW, lembar pengamatan, dan lembar evaluasi.

F.     Tindakan

Siklus 1
1.      Perencanaan
a.       Pedoman Guru
1)      menentukan kompetensi dasar
2)      merencanakan metode/pendekatan
3)      menentukan kelompok diskusi
4)      menyusun skenario pembelajaran
5)      menyiapkan sumber materi
6)      menyusun LKS
7)      menyusun lembar observasi
8)      menyusun perencanaan pemantauan individual maupun kelompok
9)      menyusun soal evaluasi
b.      Pedoman Peserta didik
1)      memperhatikan pejelasan guru tentang cara kerja peserta didik
2)      mengerjakan LKS secara berkelompok sesuai petunjuk
3)      melaporkan hasil diskusi/kerja kelompok
4)      mengerjakan soal evaluasi
2.      Tindakan
Melaksanakan tindakan sesuai dengan skenario pembelajaran.
3.      Pengamatan
a.       Pengamatan proses pembelajaran secara kolaborator dengan lembar observasi
b.      Menilai hasil pembelajaran materi sifat-sifat bangun datar dengan soal tes yang telah disediakan.
4.      Refleksi
a.       Mengevaluasi tindakan siklus I
b.      Mendiskusikan hasil evaluasi siklus I dengan kolaborator
c.       Memperbaiki pelaksanaan untuk siklus berikutnya.

Siklus II Seperti siklus I dengan perbaikan-perbaikan seperlunya dan menyimpulkan hasil pelaksanaan siklus I dan siklus II

G.    Analisis Data

Data dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif.


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Penelitian
1.      Siklus I
Hasil Pengamatan
Tabel  Data Hasil Pengamatan Proses Pembelajaran siklus 1

No
Aspek Pengamatan
Pengamat
Jml
R
1
2
3
1
Keaktifan dan ketertarikan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran

16
16
15
47
15,67

Berdasarkan data tersebut dapat ditunjukkan persentase hasil pengamatan sebesar 78,33% dengan kriteria sangat baik.
Hasil Evaluasi
Tabel  Rentang Hasil Evaluasi Pembelajaran Siklus I
No
Rentang Nilai
Jumlah
Persentase
Kriteria
1
< 65
2
5,26%
Tidak tuntas
2
65 – 74
9
23,68%
Tuntas
3
75 - 84
17
44,74%
Tuntas
4
≥ 85
10
26,32%
Tuntas

Jumlah
38
100%
Rata-rata 81,58%

Tingkat perbandingan perolehan hasil evaluasi masing-masing rentang, lebih jelas disajikan gambar berikut.
Gambar  Diagram Perbandingan Hasil Evaluasi Siklus I

 












2.      Siklus II

Hasil Pengamatan
Tabel  Data Hasil Pengamatan Proses Pembelajaran siklus 2

No
Aspek Pengamatan
Pengamat
Jml
R
1
2
3
1
Keaktifan dan ketertarikan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran

18
18
17
53
17,67

Berdasarkan data tersebut dapat ditunjukkan persentase hasil pengamatan setelah direkapitulasi dari tiga pengamat, sebesar 88,33% dengan kriteria sangat baik.

Hasil Evaluasi
Tabel 7. Rentang Hasil Evaluasi Pembelajaran Siklus 2
No
Rentang Nilai
Jumlah
Persentase
Kriteria
1
< 65
1
2,63%
Tidak tuntas
2
65 – 74
6
15,79%
Tuntas
3
75 - 84
15
39,47%
Tuntas
4
≥ 85
16
42,11%
Tuntas

Jumlah
38
100%
Rata-rata 86,32%


 Tingkat perbandingan perolehan hasil evaluasi masing-masing rentang, lebih jelas ditunjukkan gambar berikut ini.



Gambar 2. Diagram Perbandingan Hasil Evaluasi Siklus II
 











B.     Pembahasan

Siklus 1
Perencanaan
Pada siklus 1 guru  memberi penegasan tentang konsep bangun datar, bahwa bangun datar terdiri atas sisi, sudut, dan diagonal. Metode pembelajaran adalah STAD, untuk itu peserta didik dalam proses pembelajaran secara berkelompok. Masing-masing kelompok berkerjasama dengan bersungguh-sungguh. Setiap kelompok bertanggung jawab terhadap anggota kelompoknya. Kelompok-kelompok belajar tersebut bersaing, baik secara individual maupun secara kelompok.

Tindakan
Peserta didik belajar berdasarkan lembar kerja siswa (LKS). Berdasarkan LKS tersebut Peserta didik belajar memecahkan masalah dengan alat bantu MBDW. Dengan waktu yang telah ditentukan, peserta didik melaporkan hasil kerja kelompoknya. Setiap anggota, mempunya tanggung jawab yang sama untuk melaporkan hasil kerja kelompoknya. Dengan demikian, masing-masing kelompok memiliki tanggung jawab terhadap anggotanya agar mampu memecahkan masalah dalam diskusi, agar kelompok belajarnya dapat unggul dalam persaingan. Pada akhir pertemuan, peserta didik secara individu mengerjakan evaluasi. 


Pengamatan
Berdasarkan pengamatan guru secara kolaborator, tampak bahwa peserta didik yang bodoh cenderung pasif dan peserta didik yang pintar cenderung mendominasi kelompok diskusi. Secara keseluruhan, skor pengamatan dapat dijelaskan bahwa kesungguhan dan keaktifan masing-masing skor 9, keceriaan dan kompetisi antarkelompok dengan skor 10, dan kerja sama memperoleh skor terendah, yakni 8, sehingga diperoleh jumlah skor 46 dengan rata-rata skor 15,33. Persentase ketertarikan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran 78,33%, dengan demikian kriteria proses pembelajaran amat baik.
Hasil evaluasi pada akhir proses pembelajaran diperoleh data bahwa dari 38 peserta didik, ada 2 anak dinyatakan belum tuntas, 36 anak dinyatakan telah tuntas. Peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari 85 ada 10 anak. Secara klasikal, tingkat ketuntasan minimal yang telah ditentukan 75% telah dapat dicapai, yakni 81,58%.

Refleksi
Refleksi dilakukan oleh guru dengan kolaborator, yakni menyepakati adanya pendampingan kelompok-kelompok diskusi yang di dalamnya terdapat peserta didik yang masih belum mampu secara aktif mengikuti proses pembelajaran. Serta adanya kontrol individu selama proses pembelajaran berjalan.

Siklus 2
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus 2 merupakan kelanjutan dari siklus 1, dengan pemberian motivasi: pemberian penghargaan, hadiah dan sebagainya, ternyata hasilnya mengalami peningkatan, dengan pencapaian rata-rata pengamatan proses 88,33% dan hasil evaluasi 86,32%.



BAB V PENUTUP

H.    Simpilan
Berdasarkan perolehan hasil pengamatan dan hasil evaluasi siklus 1 dan siklus 2 dapat dikemukakan bahwa,
1.      Proses pembelajaran dengan metode STAD dan alat bantu MBDW  ternyata menyenangkan. Keaktifan peserta didik ditunjukkan dengan skor nilai pengamatan 78,33% dan 88,33% kriteria amat baik.
2.      Dengan metode STAD  dan alat bantu belajar MBDW efektivitas pembelajaran tinggi, indikator kerja yang diharapkan dapat dipenuhi, rata-rata perolehan nilai dari siklus 1 dan siklus 2 berturut-turut mengalami peningkatan yaitu ari 81,58% meningkat menjadi 86, 32%, secara individual tingga 1 orang anak yang belum tuntas, secara klasikal telah dinyatakan tuntas dengan indikator kerja 80%.

I.       Saran
Metode STAD dengan alat bantu MBDW efektif membantu peserta didik dalam memecahkan masalah pembelajaran Matematika. Akan tetapi, sering terjadi monopoli dari salah satu peserta didik pada kelompok belajar. Untuk menghindari hal tersebut disarankan
1.      Masing-masing kelompok hendaknya tidak hanya 1 alat bantu MBDW,
2.      Mengingat pembuatan alat bantu MBDW membutuhkan biaya, hendaknya ada anggaran dana dari sekolah,
3.      Pembelajaran dengan alat bantu serupa hendaknya perlu dikembangkan pada mata pelajaran yang lain.

File Lengkap Download DISINI
Contoh PTK LAINNYA

0 komentar:

Post a Comment