PERANAN EKSPLORASI PUSTAKA UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS PADA SISWA KELAS IV SDN ABC, contoh PTK

Posted by susilo On Saturday, 12 October 2019 0 komentar

PERANAN   EKSPLORASI  PUSTAKA
UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS PADA SISWA KELAS IV SDN ABC

File Bisa Di download di bagian Akhir Postingan
BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Berbagai cara yang pernah dilaksanakan oleh guru dalam upaya meningkatkan kemampuan berbahasa pada siswa tidaklah sedikit. Antara lain memberi tugas di rumah (PR) dalam bentuk portofolio maupun bentuk tugas proyek lainnya. Namun hal itu ternyata masih kurang dapat meningkatkan bakat maupun minat pada siswa didik untuk gemar membaca dan menulis. 
Ketrampilan menulis siswa berkaitan erat dengan kegiatan membaca. Faktor yang mampu mendorong Minat Baca antara lain : 1) Rasa ingin tahu atas fakta, teori, prinsip, pengetahuan, informasi dan lainnya. 2) Fasilitas yang memadai. 3) Terciptanya situasi yang kondusif . 4) Membaca adalah suatu kebutuhan.
  1. PERMASALAHAN
1.    Identifikasi Masalah
a.    Minat membaca dan menulis pada siswa kurang.
b.    Antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran tidak begitu tampak.
2.    Analisis Masalah
a.    Kurangnya kreatifitas guru dalam menciptakan maupun memilih strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif, guna meningkatkan ketrampilan menulis.
b.    Siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran karena  situasi pembelajaran yang tidak menyenangkan sehingga siswa mudah bosan.
3.    Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Bagaimana meningkatkan ketrampilan menulis pada siswa kelas IV di SDN 01 Tawangmangu,  Kecamatan Tawangmangu,  Kabupaten Karanganyar?”.

  1. TUJUAN PENELITIAN
a.    Meningkatkan ketrampilan menulis pada siswa khususnya kelas IV SDN 01Tawangmangu.
b.    Menambah semangat dan antusiasme yang tinggi pada siswa dalam  mengikuti pembelajaran.
c.    Meningkatkan kreativitas dan inovasi Guru dalam menciptakan strategi pembelajaran yang tidak membosankan.

  1. MANFAAT PENELITIAN
a.    Bagi siswa, akan lebih termotivasi untuk membaca dan menulis cerita atau karya sastra maupun pengembangan pembelajaran kebahasaan lainnya.
b.    Bagi Guru menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam merencanakan pelaksanaan  pembelajaran.
c.    Terciptanya situasi pembelajaran yang menyenangkan sehingga tidak mudah bosan.
d.    Menjadi masukan bagi para pembaca untuk menambah wawasan dan bagi penulis untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan









BAB   II
KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS

  1. KERANGKA TEORITIS
Filosuf Yunani : Aristoteles, Socrates dan Plato
Dengan membaca, orang akan memiliki kemampuan berbicara yang sistematis dan logis dengan alur pikir yang runtut tidak ngelantur.
Dengan menulis, dapat mengembangkan daya khayalan dan wawasan berpikir secara imajinatif maupun sistematis.
Teori Inovasi
1.    Tilaar berpendapat bahwa, apabila masyarakat telah merasakan inovasi pendidikan merupakan suatu keharusan maka akan melahirkan pemikiran-pemikiran dan pelaksanaan inovasi pendidikan.
2.    Inovasi pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari empat aspek yaitu: tujuan pendidikan, struktur pendidikan dan pengajaran, metode kurikulum serta perubahan terhadap aspek-aspek pendidikan dan proses (Cece Wijaya, 1998, p.2).
Teori Kreatifitas
Menurut Joan Beck, Kreativitas meliputi cara berpikir kreatif dalam setiap bidang: penemuan ilmiah, imajinasi, rasa ingin tahu, eksperimen dan  eksplorasi.
Riset mengenai kreativitas pada anak berpendapat :
1.    Hampir semua anak kecil memiliki kemampuan kreativitas.
2.    Kreativitas dapat ditingkatkan bila diberi rangsangan , kesempatan dan latihan.
3.    Kreativitas dapat berkurang dengan cara pengasuhan dan pendidikan tertentu.
Teori Eksplorasi
Eksplorasi adalah suatu usaha untuk menggali/mengeluarkan kemampuan apa saja yang dipunyainya seseorang secara menyeluruh (all out).
Teori Perkembangan Intelektual
Piaget berpendapat bahwa perkembangan individu dilaksanakan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan intelektual dan usia yang bersangkutan
Tahapan tersebut adalah :Sensori motor (usia 0-2 tahun), Praoperasional (usia 2-7 tahun), Operasional konkret (usia 7-11 tahun), Operasional formal (usia 11 tahun ke atas)

  1. KERANGKA BERPIKIR


Tindakan :
1.       Memilih Eksplorasi Pustaka sebagai metode pembelajaran Bahasa Indonesia
2.       Menerapkan Eksplorasi Pustaka dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kususnya pelajaran menulis
 

Alasan:
  1. Minat membaca dan menulis siswa kurang
  2. Situasi Pembelajarn membosankan.
 

Masalah : ”Bagaimana meningkatkan ketrampilan menulis pada siswa kelas IV di SDN 01 Tawangmangu,  Kec. Tawangmangu, Kab. Karanganyar?”.
 

Kesimpulan :
Melalui Eksplorasi Pustaka Siswa menjadi lebih termotivasi untuk meningkatkan ketrampilan  menulis
 

Tujuan dari Eksplorasi Pustaka:
1. Minat membaca dan menulis pada siswa dapat meningkat.
2. Siswa lebih antusias dlm mengikuti pembelajarn.
3. Guru lebih kreatif dan inovatif
 

                     
  1. HIPOTESIS
Berdasarkan permasalahan dan teori yang telah dikemukakan, maka hipotesis penelitian ini disusun sebagai berikut :
Hipotesis 1: Dengan hanya menggunakan strategi pembelajaran pada umumnya misalnya pemberian tugas, siswa kurang dapat termotivasi untuk meningkatkan ketrampilan menulis.
Hipotesis2:Dengan adanya penerapan eksplorasi pustaka sebagai metode pembelajaran membaca dan menulis mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan ketrampilan menulis siswa.



BAB   III
METODOLOGI  PENELITIAN

  1. SUBYEK PENELITIAN
SDN 01 Tawangmangu pada siswa kelas 4 th. Ajaran 2007-2008.
Penelitian tersebut tentang peranan eksplorasi pustaka untuk meningkatkan keterampilan menulis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya maupun pelajaran lainnya.

  1. TEKNIK DAN ALAT PENGUMPULAN DATA
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui kegiatan  Observasi dan pemberian tugas. Adapun Alat pengumpulan data berupa lembar observasi.
LEMBAR OBSERVASI
(dengan penilaian kualitatif dan kuantitatif)

NO

NAMA
Kesesuaian
Tema dengan Judul
Kerangka Karangan
Teknik penulisan
Isi karangan cerita


Nilai
Kategori
Nilai
Kategori
Nilai
Kategori
Nilai
Kategori


























  1. TEKNIK ANALISIS DATA
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif dilakukan berdasarkan data yang diambil dari lembar observasi dan lembar portofolio hasil karya tulis sinopsis siswa.
Data Kualitatif menggunakan point keberhasilan dengan mencantumkan huruf A (sangat baik) dengan rentang nilai 9.0-9.9 ; B (baik) dengan rentang nilai 8.0-8.9 ; C (cukup) dengan rentang nilai 7.0-7.9 ; D (kurang) dengan rentang nilai 6.0-6.9 ; E (sangat kurang) dengan nilai dibawah 6
Data Kuantitatif menggunakan point keberhasilan dengan mencantumkan nilai angka 1 sampai dengan 10.
 
  1. PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN
1.    Rencana Penelitian
Perencanaan Penelitian di lakukan pada:
Bidang studi                 : Bahasa Indonesia
Materi Pokok                :  Membaca cerita dan menulis kembali ringkasan cerita dengan kalimat yang dibuat sendiri.
Kelas/Semester           : IV / II
Pelaksanaan               :  Siklus I,  Februari 2007 selama 1 bulan    Petemuan I   : Kamis, tgl   1-2-2007
                                          Petemuan II         : Kamis, tgl   8-2-2007
                                          Petemuan III        : Kamis, tgl 15-2-2007
                                          Petemuan IV       : Kamis, tgl 22-2-2007
                                          Siklus II, Maret 2007 selama 1bulan.
                                          Petemuan I          : Kamis, tgl   1-3-2007
                                          Petemuan II        : Kamis, tgl   8-3-2007
                                          Petemuan III        : Kamis, tgl 15-3-2007
                                          Petemuan IV       : Kamis, tgl 22-3-2007

2.    Pelaksanaan Penelitian
o   Membuat Skenario Strategi Pembelajaran berupa RPP
o   Membuat Tahap tahap Pelaksanaan Eksplorasi  Pustaka
o   Melakukan kegiatan Refleksi pada tiap Siklus

REFLEKSI I terhadap SIKLUS I

Dari kegiatan yang dilakukan pada Siklus I pada tiap pertemuan, tampak :
§  Adanya aktivitas menulis yang diawali dengan membaca
§  Siswa mempunyai rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas menulis
§  Hasil karya tulisan kurang memuaskan, karena siswa menulis cerita dengan asal jadi.
§  Penilaian secara keseluruhan masih banyak yang belum mencapai batas ketuntasan minimal.
Untuk itu perlu dilakukan kegiatan penelitian melalui Siklus ke II, agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran lebih berhasil dengan target siswa mencapai batas ketuntasan minimal yaitu 6,5

REFLEKSI I terhadap SIKLUS II

Dari kegiatan yang dilakukan pada Siklus II pada tiap pertemuan, tampak :
§  Diawali dengan adanya aktivitas membaca buku di perpustakaan.
§  Siswa bebas memilih judul bacaan yang disukainya.
§  Siswa mempunyai rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas menulis sesuai dengan buku bacaan yang telah dipilihnya.
§  Hasil karya menulis cerita pada siswa banyak sekali peningkatan.
§  Hasil evaluasi siswa menunjukkan target batas ketuntasan minimal tercapai.
Untuk itu penelitian dihentikan pada Siklus II.


BAB   IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. HASIL  PENELITIAN
Dari data diketahui pada siklus I yang tidak memenuhi batas tuntas minimal (6.5) ada 10 orang
Siklus I
NILAI
JUMLAH SISWA
A = 9.0-9.9
0
B = 8.0-8.9
1
C = 7.0-7.9
12
D = 6.0-6.9
14
E < 6.0
1
TOTAL JUMLAH SISWA    =
28

Siklus II
NILAI
JUMLAH SISWA
A = 9.0-9.9
1
B = 8.0-8.9
11
C = 7.0-7.9
15
D = 6.0-6.9
1
E < 6.0
0
TOTAL JUMLAH SISWA    =
28






PROSENTASE
PENCAPAIAN TARGET

NO
KATEGORI
SIKLUS I
SIKLUS II
KETERANGAN



ORG

PERSEN

ORG

PERSEN

1
A =
0
0 %
1
4 %
Meningkat
2
B =
1
4 %
11
39%
Meningkat
3
C =
12
42 %
15
53 %
Meningkat
4
D =
14
50 %
1
4 %
Menurun
5
E =
1
4 %
0
0%
Menurun

Diskripsi hasil prosentase :
§  Kategori A mengalami kenaikan jumlah siswa sebanyak 1 orang dan mengalami kenaikan prosentasi sebesar 4%.
§  Kategori B mengalami kenaikan jumlah siswa sebanyak 10 orang dan mengalami kenaikan prosentasi sebesar 35%.
§  Kategori C mengalami kenaikan jumlah siswa sebanyak 3 orang dan mengalami kenaikan prosentasi sebesar 10%.
§  Kategori D mengalami penurunan jumlah siswa sebanyak 13 orang dan mengalami penurunan prosentasi sebesar 46%.
§  Kategori E mengalami penurunan jumlah siswa sebanyak 4 orang dan mengalami penurunan prosentasi sebesar 4%.




GRAFIK PENINGKATAN PEMBELAJARAN PADA SIKLUS I DAN II

 Jml siswa
 

    15
    14
    13
    12
    11
    10                                                                                          Keterangan :
     9
     8                                                                                             = Siklus I
     7
     6                                                                                                       = Siklus II
     5
     4
     3
     2
     1
     0                                                                                 Nilai rata-rata
                    A             B            C            D           E
                9,0-9,9     8,0-8,9 7,0-7,9   6,0-6,9   < 6,0                      

Deskripsi Temuan
Pada Siklus I, hasil pembelajaran kurang memuaskan karena masih banyak siswa yang memiliki nilai rata-rata 6,0-6,9, antara lain disebabkan:
a.    Anak hanya terpaku pada bacaan cerita yang ada pada bacaan buku pelajaran (tidak ada alternatif pilihan yang lain yang menjadi kesukaan anak).
b.    Anak kurang tertarik karena ceritanya membosankan (tidak ditunjang dengan gambar yang menarik)
c.    Metode pembelajaran yang berupa pemberian tugas dari guru, kurang begitu menantang, karena dalam pemberian tugas, anak hanya terdoktrin harus mengerjakan tugas tersebut tanpa dapat menyalurkan semua kemampuan bakat dan minatnya dalam membaca dan menulis cerita sederhana. 

Namun setelah diadakan Siklus II, dengan memakai kegiatan eksplorasi pustaka, siswa mengalami perubahan peningkatan, terbukti pada kenaikan jumlah siswa yang mendapat nilai rata-rata 9,0-9,9 ; 8,0-8,9 ; 7,0-7,9 dan penurunan jumlah siswa yang mempunyai nilai rata-rata  6,0-6,9 dan kurang dari 6,0.    

  1. ANALISIS HASIL PENELITIAN
Kegiatan eksplorasi pustaka sangat membantu siswa untuk terjun langsung dengan lingkungannya. Hal-hal yang dapat langsung diperoleh antara lain:
a.    Pengalaman tak terlupakan ketika siswa menemukan cerita lalu  memahami isi bacaan yang disukainya.
b.    Siswa dengan leluasa menikmati bacaan  dengan suasana tenang dan santai
c.    Siswa dapat menemukan nara sumber lain bila menemukan kesulitan, ini menunjukkan bahwa siswa memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Dari segi guru, kegiatan eksplorasi pustaka merupakan  ide kreatif dan inovatif dalam merencanakan pelaksanaan  pembelajaran. Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan siswalah yang aktif melakukan kegiatan.
Dari segi siswa, kegiatan eksplorasi pustaka banyak membantu siswa mempelajari karya fiksi maupun non fiiksi, guna mengembangkan dan meningkatkan minat membaca dan menulis. Selain itu suasana kelas tampak lebih aktif karena siswa lebih responsif. Selain itu siswa akan mendapat pengalaman secara langsung dan tidak terlupakan. Minat dan bakat siswa dapat tergali melalui kegiatan eksplorasi yang secara tidak langsung merangsang siswa untuk mempunyai rasa ingin tahu yang besar.  Sehingga akan tampak perubahan perkembangan yang sangat mencolok pada diri siswa.

BAB   V
KESIMPULAN DAN SARAN

  1. KESIMPULAN
Kegiatan Pembelajaran yang dilakukan guru bilamana belum mencapai batas ketuntasan menuntut guru untuk melakukan perbaikan pembelajaran. Hal ini dapat dipastikan ketidakberhasilan tersebut karena kurang optimalnya guru melibatkan instrumen pembelajaran dan kurangnya inovasi dan kreativitas dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan memberi pengalaman baru kepada siswa.
Secara umum dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.       Keberhasilan siswa dapat ditingkatkan karena guru dapat merancang strategi pembelajarannya secara tepat.
2.       Keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran meningkat karena guru memilih dan menciptakan metode secara kreatif dan inovatif  sehingga tidak membosankan.
3.       Kemampuan, kreativitas dan profesionalitas guru teruji setelah melakukan kegiatan perbaikan pembelajaran dengan hasil yang memuaskan.
4.       Kegiatan Eksplorasi pustaka dapat menumbuhkan minat pada siswa dalam membaca dan menulis.
5.       Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dapat tercipta.

  1. SARAN
Berdasarkan kesimpulan tersebut, beberapa hal sebaiknya dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Antara lain adalah :
1.       Menyusun rencana perbaikan pembelajaran yang tepat dan memuat berbagai instrumen pembelajaran yang dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan pembelajaran secara maksimal dan memuaskan.
2.       Menciptakan model pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan metode secara kreatif dan inovatif serta dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan siswa untuk mencapai nilai batas ketuntasan dalam kegiatan pembelajarannya. 
3.       Menggunakan strategi pembelajaran yang terencana yang dapat memotivasi siswa untuk menemukan pengalamannya sendiri.
4.       Guru harus dapat bersikap profesional apabila dalam pelaksanaan kegiatan pembelajarannya kurang berhasil dengan melakukan kegiatan  perbaikan pembelajaran yang lebih baik. 
5.       Mengangkat Eksplorasi Pustaka sebagai Mata pelajaran Mulok Sekolah. 
File Lengkap Download DISINI

0 komentar:

Post a Comment