Supervisi Tenaga Kependidikan / Supervisi Tendik

Table of Contents


mediaeducations.com - Supervisi adalah tindakan yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk memberikan dukungan kepada guru dan staf pendidikan lainnya dengan tujuan meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran. Dalam supervisi, terdapat dua aspek yang menjadi fokus, yaitu supervisi manajerial dan supervisi akademik. Supervisi manajerial berfokus pada pemantauan, bimbingan, dan panduan terhadap aspek pengelolaan dan administrasi sekolah yang berperan sebagai pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran. Sementara supervisi akademik berfokus pada pemantauan, bimbingan, dan panduan yang diberikan oleh pengawas terhadap kegiatan akademik, termasuk pembelajaran di dalam dan di luar kelas.

Tenaga kependidikan merujuk kepada individu yang anggotanya masyarakat yang ditugaskan dan diangkat untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan. Definisi ini diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, Pasal 1, Bab 1, Ketentuan Umum. Tenaga kependidikan adalah individu yang bertanggung jawab merencanakan dan melaksanakan tugas administratif, manajerial, pengembangan, pengawasan, dan memberikan layanan teknis yang mendukung proses pendidikan di satuan pendidikan. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, Pasal 39 (1).

Jenis tenaga kependidikan yang dimaksud dalam bahan pembelajaran ini mencakup Tenaga Administrasi Sekolah (termasuk Kepala Administrasi Sekolah, pelaksana urusan, dan tenaga layanan khusus), Tenaga Perpustakaan (termasuk Kepala Perpustakaan dan staf perpustakaan), serta Tenaga Laboratorium (termasuk Kepala Laboratorium, teknisi laboratorium, dan laboran).

Supervisi Tenaga Kependidikan adalah bentuk supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan yang terlibat dalam pengelolaan dan administrasi pendidikan, dengan tujuan untuk mendukung proses pendidikan di sekolah.

Prinsip-Prinsip Supervisi Tenaga Kependidikan

1. Prinsip Profesionalisme

   Supervisor, dalam hal ini kepala sekolah, harus menjalankan supervisi dengan perilaku seorang profesional. Supervisi tenaga kependidikan harus didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk secara cermat mengidentifikasi masalah peningkatan mutu pendidikan, memahami permasalahan dengan baik, dan memberikan alternatif solusi.

2. Prinsip Demokrasi

   Supervisi harus berlandaskan pada pendekatan demokratis. Hal ini mencakup pengembangan keterbukaan, partisipasi, dan kerja sama. Kepala sekolah sebaiknya memberikan wewenang yang luas kepada tenaga kependidikan, melibatkan mereka dalam tim kerja, dan memberikan informasi yang cukup mengenai tugas dan tanggung jawab mereka.

3. Prinsip Hubungan Kemanusiaan

   Dalam upaya mencapai tujuan pendidikan, penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan manusiawi antara supervisor (kepala sekolah) dan tenaga kependidikan. Hubungan ini harus didasarkan pada saling menghargai, menghormati peran masing-masing, dan keterbukaan. Hal ini membantu mencegah tindakan yang merugikan dan meminimalisir hambatan terhadap pencapaian tujuan pendidikan.

4. Prinsip Berkesinambungan

   Supervisi harus dilakukan secara berkelanjutan dan terencana. Ini bukan tugas sambilan yang hanya dilakukan sesekali, melainkan merupakan upaya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan.

5. Prinsip Program Integral

   Program supervisi harus menyeluruh, mencakup seluruh aspek dan komponen supervisi manajerial, termasuk administrasi dan operasional sekolah. Program ini harus terintegrasi dengan standar nasional pendidikan dan pengelolaan administrasi sekolah.

6. Prinsip Konstruktif

   Supervisi harus berfokus pada upaya konstruktif untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan mutu penyelenggaraan sekolah. Supervisi harus berorientasi pada pemecahan masalah dan pengembangan.

7. Prinsip Obyektif

   Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian program supervisi harus berdasarkan fakta-fakta nyata yang dihadapi oleh sekolah. Supervisi harus objektif, berlandaskan pada data observasi dan analisis yang akurat.

Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, kepala sekolah dapat melaksanakan supervisi tenaga kependidikan dengan lebih efektif dan berdampak positif pada mutu pendidikan di sekolah. Prinsip-prinsip ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang produktif, harmonis, dan berorientasi pada perbaikan terus-menerus.

Sasaran Supervisi Tenaga Kependidikan

Sasaran Supervisi Tenaga Kependidikan

  1. Tenaga Administasi Sekolah (TAS) Kepala TAS, Pelaksana Urusan, Petugas Layanan Khusus
  2. Tenaga Perpustakaan (Kepala Perpustakaan, Tenaga Perpustakaan)
  3. Tenaga Laboratorium (Kepala Laboratorium, Teknisi Laboratorium, laboran)

instrumen supervisi tenaga kependidikan


Pengembangan instrumen supervisi tenaga kependidikan seharusnya disesuaikan dengan peran dan tanggung jawab khusus yang dimiliki oleh masing-masing tenaga kependidikan, seperti Kepala Administrasi Sekolah, Kepala Laboratorium, Kepala Program Studi, dan Kepala Perpustakaan. Instrumen ini dapat membantu kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi yang lebih terfokus dan efektif.
Pengembangan Instrumen Supervisi Tenaga Kependidikan
Proses pengembangan instrumen supervisi tenaga kependidikan sebaiknya mengacu pada panduan kerja yang telah tersedia untuk tenaga administrasi sekolah, tenaga perpustakaan sekolah, dan tenaga laboratorium sekolah. Panduan ini dapat menjadi dasar dalam merinci komponen-komponen penting yang perlu diawasi dan dievaluasi selama proses supervisi.

Dalam lampiran, contoh instrumen supervisi tenaga kependidikan telah disediakan sebagai referensi awal. Namun, instrumen tersebut seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks sekolah masing-masing. Kepala sekolah dapat menyesuaikan instrumen supervisi sesuai dengan peran, tanggung jawab, dan tujuan yang ingin dicapai dalam supervisi tenaga kependidikan di sekolahnya.

Pengembangan instrumen supervisi yang tepat akan membantu kepala sekolah dalam mengarahkan dan mengelola supervisi tenaga kependidikan dengan lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan sekolah serta tujuan pendidikan yang ingin dicapai.

Langkah-langkah Kegiatan Supervisi Tendik (tenaga kependidikan)


Langkah-langkah kegiatan supervisi tenaga kependidikan mencakup tiga tahap utama, yaitu perencanaan supervisi, pelaksanaan supervisi, dan tindak lanjut hasil supervisi.

Perencanaan Supervisi Tendik dimulai dengan penyusunan program supervisi. Dalam tahap ini, kepala sekolah merumuskan latar belakang, landasan hukum, tujuan, dan indikator keberhasilan supervisi. Informasi dari hasil supervisi tahun sebelumnya juga dievaluasi. Sasaran supervisi ditetapkan, jadwal diatur, pendekatan, teknik, dan model supervisi dipilih, dan instrumen supervisi disusun.

Pelaksanaan Supervisi Tendik adalah tahap di mana kepala sekolah melakukan supervisi secara aktif. Langkah pertama adalah meminta tenaga kependidikan untuk memaparkan hasil kinerjanya dengan fokus pada komponen-komponen yang terdapat dalam instrumen supervisi. Kepala sekolah kemudian melakukan pengamatan terhadap bukti-bukti fisik yang disajikan oleh tenaga kependidikan. Selanjutnya, konfirmasi dan penjelasan hasil kinerja dari tenaga kependidikan dilakukan. Hasil supervisi dicatat, dan kepala sekolah memberikan saran-saran untuk perbaikan kinerja tenaga kependidikan yang bersangkutan.

Tindak Lanjut Hasil Supervisi Tendik adalah tahap akhir dalam proses supervisi. Hasil supervisi tenaga kependidikan dikumpulkan dan dianalisis. Item-item yang perlu diperbaiki diidentifikasi, dan program perbaikan kinerja tenaga kependidikan disusun. Pembinaan umum mengenai perbaikan kinerja tenaga kependidikan dapat melibatkan kegiatan seperti pelatihan in-house untuk meningkatkan kompetensi teknis, konsultasi antara tenaga kependidikan dengan kepala sekolah/supervisor, dan memberikan penghargaan (reward) kepada tenaga kependidikan yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kepala sekolah dapat menjalankan supervisi tenaga kependidikan dengan lebih sistematis, membantu tenaga kependidikan dalam meningkatkan kinerja mereka, dan pada akhirnya mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Unduh Instrumen Supervisi Tenaga Kependidikan

Berikut ini contoh Instrumen supervisi Tenaga Kependidikan yang kami peroleh dari Bahan bacaan Diklat Calon Kepala Sekolah tentang coacing dalam supervisi guru dan tenaga kependidikan. kami bagikan file word instrumen superfisi tendik seperti dibawah ini
  1. Lembar Supervisi Administrasi Kepegawaian 
  2. Lembar Supervisi Administrasi Keuangan
  3. Lembar Supervisi Administrasi Sarana dan Prasarana
  4. Lembar Supervisi Administrasi Persuratan dan Pengarsipan
  5. Lembar Administrasi Kesiswaan
  6. Sumber coacing dalam supervisi guru dan tenaga kependidikan (UNDUH)


Unduh Instrumen Supervisi Akademik


Unduh Juga Instrumen Supervisi Akademik  UNDUH

Demikian yang mediaeducations.com dapat bagikan pada artikel kali ini tentan Supervisi Tenaga Kependidikan, semoga dapat bermanfaat dan mohon selalu dukungan dengan memberikan komentar dan masukannya .

2 comments

Comment Author Avatar
Anonymous
17 January 2024 at 23:20 Delete
Terima kasih postingan supervis semoga sukses selalau
Comment Author Avatar
Anonymous
5 February 2024 at 17:20 Delete
Terima kasih, ijin untuk ATM